PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah terus menggencarkan penggunaan identitas kependudukan digital (IKD).
Namun, di Kabupaten Pamekasan, aktivasi identitas versi digital tersebut belum maksimal.
Hingga saat ini, warga Kota Gerbang Salam yang mengaktivasi IKD baru 14.275 orang.
Angka tersebut masih jauh dari target Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan, yaitu 20 ribu orang.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Pamekasan Muhammad Amir Kosim mengeklaim pihaknya gencar melakukan sosialisasi.
Tidak hanya di wilayah perkotaan, akan tetapi hingga tingkat desa.
”Kami sudah mulai jemput bola ke desa-desa. Yaitu, melalui pemerintah desa (Pemdes),” kata Amir kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Amir meyakini, target aktivasi IKD akan tercapai dan melebihi target hingga Desember mendatang.
Sebab, yang menjadi sasaran dari program aktivasi IKD ini semakin meluas.
”Target 20 ribu itu pasti tercapai. Sebab, kami rutin melakukan sosialisasi serta turun lapangan menyasar warga di desa-desa,” tuturnya.
Menurut Amir, ada banyak manfaat dari peluncuran KTP digital ini.
Mulai dari efisiensi administrasi, mudah mengakses layanan publik, mengurangi risiko pemalsuan identitas, dan lain sebagainya.
Sementara itu, warga Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Rudi mengaku hingga saat ini belum berkeinginan untuk mengaktivasi IKD.
Sebab, dia belum mengetahui secara detail terkait informasi tersebut.
”Saya juga belum memiliki kepentingan yang berkaitan dengan identitas elektronik tersebut,” ujarnya. (lil/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti