PAMEKASAN, RadarMadura.id– Siti Mariyatus Sakdiyah (63), yang akrab dipanggil Mari, adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menderita penyempitan saluran kemih.
Ia pernah memiliki pengalaman tersendiri saat menggunakan haknya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sewaktu dirawat di rumah sakit dr. H Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Menurutnya, pelayanan bagi peserta JKN di rumah sakit semakin dipermudah.
“Alhamdulillah, pada saat datang ke rumah sakit hanya dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui Aplikasi Mobil JKN di handphone saya.
Baca Juga: Formasi CPNS Pamekasan 68 dan Sumenep 46 Orang
Awalnya pinggang kanan dan kiri terasa sakit, kemudian saya ke dr. Farida yang merupakan dokter praktik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Di sana saya diberikan surat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yaitu poli urologi Rumah Sakit dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Lalu saya juga diberikan pengantar untuk menjalani pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi (USG). Hasilnya dibawa kembali ke poli urologi," ujarnya saat ditemui, Sabtu (13/07).
Dari hasil analisa pemeriksaan tersebut, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) poli urologi Rumah Sakit dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan menyimpulkan bahwa dirinya memerlukan tindakan rawat inap, serta perlu dilakukan tindakan pemasangan Double J (DJ) stent.
DJ stent adalah suatu alat berbentuk selang kecil yang dipasang pada saluran kemih mulai dari ginjal, ureter dan kandung kemih yang berfungsi untuk melancarkan aliran urin dari ginjal hingga dapat turun ke kandung kemih.
Baca Juga: Selama 2021 Hingga 2023, Terdapat 50 Anak yang Menjadi Korban Kekerasan di Kabupaten Pamekasan
DJ stent ini merupakan salah satu instrumen yang paling banyak digunakan di bidang urologi, baik pada kasus batu saluran kemih, kelainan kongenital hingga keganasan.
“Sudah beberapa kali saya dirawat inap dan berobat di sana, rutin melakukan kontrol ke poli urologi sebanyak dua kali dalam sebulan.
Alhamdulillah saya benar-benar merasa terbantu dengan biaya yang sepenuhnya dapat dibiayai oleh BPJS Kesehatan mulai dari obat, laboratorium, kamar dan yang lainnya serta tanpa adanya iur biaya,” tambahnya.
Mari menyadari bahwa setiap pemeriksaan atau tindakan yang ia dapatkan akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Namun berkat adanya JKN, dengan mengikuti prosedur sesuai ketentuan, dirinya tak perlu lagi mengkhawatirkan mengenai biaya.
Baca Juga: DPRKP Pamekasan Garap Ratusan Paket Proyek PBL
Mari pun memahami bahwa iuran yang ia bayarkan tak sebanding, namun dirinya tenang karena Program JKN menganut sistem gotong royong.
“Bergotong-royong adalah salah satu cara yang dirasa cukup efektif dan sangat bermanfaat.
Seperti yang sudah dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam pengumpulan biaya dan pembiayanan kesehatan masyarakat.
Manfaat yang dirasakan juga cukup membuat peserta tidak harus khawatir lagi dengan pengeluaran biaya yang cukup besar saat akan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan," ungkap Mari.
Dari pengalaman tersebut, Mari berkomitmen untuk menjaga pola hidupnya dengan melakukan olah raga rutin serta makan makanan yang sehat
Terutama makanan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak alami, bahan pengawet serta istirahat yang cukup.
Baca Juga: Dokter Poli Ortopedi RSUD Syarambu Baskoro Kusumo Riswanto Berbagi Cara Atasi Nyeri pada Bahu
Mari juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas hadirnya Program JKN yang dirasa sangat membantu serta bermanfaat baginya.
Dirinya berharap agar Program JKN ini dapat terus dilanjutkan karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam perekonomian.
"Program JKN ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia.
Semoga BPJS Kesehatan dapat memberikan peningkatan pelayanan di kemudian hari dengan berkolaborasi serta menjadi andalan masyarakat.
Bagi yang belum menjadi peserta JKN, segeralah mendaftar sekeluarga mumpung masih sehat," katanya.
Editor : Amin Basiri