Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Formasi CPNS Pamekasan 68 dan Sumenep 46 Orang

Fatmasari Margaretta • Kamis, 12 September 2024 | 18:41 WIB

 

MENCOBA: Seorang peserta sedang membuka halaman CPNS di Jalan Kabupaten, Pamekasan, Rabu (11/9). (AYU LATIFAH/JPRM)
MENCOBA: Seorang peserta sedang membuka halaman CPNS di Jalan Kabupaten, Pamekasan, Rabu (11/9). (AYU LATIFAH/JPRM)

MADURA, RadarMadura.id – Pendaftaran calon pegawai sipil negeri (CPNS) telah ditutup Selasa (10/9). Jumlah pendaftar mendekati 2.000 orang.

Kabid Pengadaan Pembinaan dan Informasi kepegawaian (PPIK) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Mustain Ramli mengatakan, pendaftaran sempat diperpanjang. Tahap pertama ditutup pada Jumat (6/9). Kemudian, diperpanjang hingga Selasa (10/9).

”Perpanjangan ini dilakukan karena e-materai tidak bisa di-download. Setelah dilakukan perpanjangan, kami pakai cara manual,” katanya.

Menurutnya, jumlah peserta sebelum diperpanjang sekitar 500 orang. Pasca diperpanjang, tercatat ada 1.925 pendaftar.

 Baca Juga: Ratusan Ribu Usaha Pertanian Perorangan di Bangkalan Belum Berbadan Hukum

”Tapi, tidak semua pendaftar melewati tahapan hingga selesai,” tambahnya.

Dijelaskan, dari 1.925 pelamar, hanya ada 1.749 orang yang menyelesaikan hingga submit. Selanjutnya, dilakukan pemberkasan untuk menentukan peserta berhak mengikuti tes selanjutnya.

”Verifikasi berkas itu dilakukan untuk menentukan mana yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS),” ungkapnya.

Ditambahkan, institusinya tidak bisa membeberkan berapa jumlah peserta yang MS. Jumlahnya bisa diketahui setelah masa sanggah. Dia memperkirakan yang TMS sekitar 30 persen.

 Baca Juga: Pegawai Negeri Masih Jadi Impian Warga Sampang, Pelamar CPNS Tembus Tiga Ribu Lebih

”Peserta tidak lolos karena ijazah tidak sesuai dan meterainya dipakai berkali-kali,” paparnya.

Menurutnya, Pamekasan ditetapkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tes CPNS di Jatim. Lokasi tes nantinya di Gedung Prima Jaya Abadi yang memiliki kapasitas 300 orang.

”Nanti akan dibagi per sesi. Peserta juga diberi keleluasaan memilih tempat tes” jelasnya.

Sekadar diketahui, Pemkab Pamekasan tahun ini mendapatkan 68 formasi. Perinciannya, 35 orang untuk tenaga teknis dan 30 tenaga kesehatan. Dengan demikian, terdapat ribuan pendaftar yang bakal tereliminasi.

 Baca Juga: Kasus Penyelundupan Mulai Terungkap, Owner Perusahaan Ekspedisi J&T Express di Omben Diduga Pengusaha Rokok

Anggota DPRD Pamekasan Ismail menyampaikan, seleksi tersebut harus transparan. ”Jangan percaya kepada oknum atau joki. Pelaksanaan tes harus berjalan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Sementara itu, pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah ditutup sejak Selasa (11/9). Di Sumenep tercatat ada 1.746 pendaftar. Padahal, formasi yang dibutuhkan sedikit, yakni hanya 406 orang.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Wijaya Saputra mengatakan, kuota CPNS Sumenep tahun ini sebanyak 46 formasi.

Kuota tersebut berdasar persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) RI.

 Baca Juga: Manfaat Buah Lontar untuk Kesehatan: Pelepas Dahaga dengan Segudang Nutrisi

”Jumlah formasi sesuai usulan Pemkab Sumenep. ”Sebanyak 46 formasi terdiri atas 21 tenaga kesehatan dan 25 tenaga teknis,” katanya.

Dijelaskan, pendaftaran dibuka sejak Selasa (20/8) dan ditutup Selasa (10/9). ”Hingga pendaftaran ditutup, jumlah pelamar mencapai 1.746 orang,” ucap Wijaya.

Wijaya mengaku, selanjutnya ada beberapa tahapan yang bakal dilalui peserta. Di antaranya, seleksi administrasi yang dijadwalkan selesai Selasa (17/9).

”Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan 14–19 September,” tandasnya.

 Baca Juga: Penyidik Polres Bangkalan Incar DPO Penganiayaan di Desa Nyormanis Berinisial S

Anggota DPRD Sumenep Hanafi mengatakan, kuota CPNS tahun ini terbilang sangat sedikit. Seharusnya, pemkab mengusulkan dalam jumlah banyak.

Sebab, jumlah pendaftar tidak sebanding dengan kuota yang tersedia.

”Ini harus disikapi dengan serius. Apalagi, jumlah CPNS yang akan pensiun mencapai puluhan dan bahkan ratusan setiap tahun,” tandasnya. (ay/iqb/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Meterai #tenaga kesehatan #tenaga teknis #cpns #transparan #tes #kuota