Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

80 Persen Petani di Pamekasan Pakai Geomembran

Fatmasari Margaretta • Rabu, 4 September 2024 | 14:30 WIB
DI BAWAH TERIK: Petani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, membersihkan geomembran sehabis panen, Selasa (3/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
DI BAWAH TERIK: Petani garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, membersihkan geomembran sehabis panen, Selasa (3/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Luas lahan garam rakyat di Kabupaten Pamekasan saat ini mencapai 973,6 hektare.

Namun, tidak semua petani memanfaatkan teknologi geomembran saat memproduksi garam di lahan seluas ratusan hektare tersebut.

Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Luthfie Asy’ari mengatakan, ada beberapa alasan petambak tidak menerapkan sistem produksi modern. Salah satunya, tidak memiliki biaya.

”Baru 80 persen petambak yang menggunakan geomembran,” katanya.

Pria berbadan tegap itu menuturkan, penerapan geomembran sangat efektif dalam menunjang produksi garam.

Baik terhadap kualitas maupun kuantitas jumlah produksi.

”Sebagian petani garam tidak mau meninggalkan pola lama. Karena itu, mereka memproduksi garam secara konvensional,” sebutnya.

Luthfie mengeklaim, intitusinya terus mendorong para petani di Bumi Ronggosukowati untuk menggunakan teknologi geomembran.

Salah satu cara yang dilakukan diskan adalah mengusulkan bantuan program lahan integrasi ke pemerintah pusat.

”Program  tersebut biasanya satu paket dengan bantuan geomembran. Namun, kami tidak tahu apakah (jumlah penerimanya) sama dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Busri, salah seorang petani garam Desa Lembung, Kecamatan Galis, menyatakan petani di daerahnya kebanyakan menggunakan geomembran.

Namun, juga ada yang masih menggunakan cara tradisional.

”Lebih cepat menggunakan geomembran. Kalau cuaca mendukung, satu bulan bisa panen tiga sampai empat kali,” ujarnya. (lil/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#garam #Geomembran #cuaca #Konvensional #Kuantitas #biaya