PAMEKASAN, RadarMadura.id – Puluhan guru di Kabupaten Pamekasan mengikuti uji kompetensi kenaikan jabatan (UKKJ).
Perinciannya, 43 guru di lingkungan Kemenag dan 28 guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan.
UKKJ di lingkungan Kemenag Pamekasan digelar sejak Senin (26/8) hingga Rabu (27/8). Acara itu bertempat di MTsN 2 Pamekasan.
Uji kompetensi tersebut merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
”Semua guru yang mengikuti UKKJ merupakan pegawai negeri sipil (PNS),” kata Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi.
Terdapat dua kategori UKKJ kenaikan jenjang guru madrasah di Pamekasan. Di antaranya, 24 guru dari jenjang pertama ke guru muda dan 19 guru muda ke guru madya.
Bagi Mawardi, UKKJ ini tidak hanya untuk kebutuhan kenaikan pangkat semata.
Akan tetapi, yang paling penting menjadi sarana bagi guru agar mampu menaikkan kompetensi dan profesionalitasnya sebagai pendidik.
”Sehingga, berdampak positif bagi pelajar dan lembaga pendidikan tempatnya mengabdi,” tegasnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dispendikbud Pamekasan Mohamad Alwi melalui Kabid Tendik Fadlillah mengatakan, institusinya sudah melakukan UKKJ pada Kamis (22/8). Perinciannya, 19 orang guru SD dan 9 guru SMP.
”Yang menentukan peserta program tersebut adalah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek,” terangnya.
Fadlillah menjelaskan, guru yang dipilih kementerian akan menerima undangan dari pusat melalui akun sistem informasi manajemen pengembangan keprofesian yang berkelanjutan (SIM PKB).
Setelah lolos dalam proses verifikasi, baru bisa melaksanakan UKKJ.
”Pengumuman kelulusan UKKJ sekitar Jumat (27/9) hingga Rabu (2/10),” tandasnya. (c3/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta