Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Permohonan Izin Pembelian Didominasi Pabrikan Lokal, Disbun Jatim Sebut Kandungan Nikotin Tembakau Blega Tinggi

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 9 Agustus 2024 | 13:15 WIB
DAUN EMAS: Petani Desa Teja Barat, Pamekasan, sedang menyiram tembakau Kamis (8/8). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
DAUN EMAS: Petani Desa Teja Barat, Pamekasan, sedang menyiram tembakau Kamis (8/8). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Puluhan pabrik rokok mulai mengajukan izin pembelian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan. Namun, permohonan izin yang masuk masih didominasi pabrikan lokal.

”Sudah ada 20 pabrik yang mengajukan izin pembelian tembakau,” ujar Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan Raihan Akbar Kamis (8/8).

Dia memerinci, 20 pabrik itu terdiri dari satu pabrik nasional dan 19 pabrik lokal. Sedangkan yang sudah melakukan pembelian baru satu pabrik rokok. Yakni, pabrikan Sukun yang melakukan pembelian sejak Jumat (2/8).

”Sementara 19 pabrik lainnya belum (melakukan pembelian),” tuturnya.

Raihan mengeklaim lembaganya rutin melakukan pemantauan ke lapangan, termasuk mengunjungi Pabrik Sukun.

Pabrik rokok yang berlokasi di Desa Tambung, Pademawu, Pamekasan, itu sudah melakukan pembelian sekitar 50–65 bal.

”Harga rata-rata di atas Rp 75 ribu. Itu pun tembakau yang dibeli dari Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dan sekitarnya,” sebutnya.

Alasan publik lokal belum melakukan pembelian karena masih menunggu masa panen. Yaitu, sekitar Agustus atau September.

”Yang penting mereka memiliki surat pembelian katanya,” tegasnya.

Petani tembakau asal Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Muhammad menaruh harapan besar harga tembakau tetap stabil. Menurutnya, diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan pengawasan dan pengawalan.

”Semoga saja kalau sudah masuk masa panen, harganya tidak anjlok,” ujar pria 50 tahun itu.

Sementara di Kabupaten Bangkalan, tanaman tembakau dianggap sebagai komoditas yang menjanjikan.

TINJAU: Tim dari Disbun Provinsi Jatim, BSIP TAS, disperta, APTI, LIRA Bangkalan saat meninjau tembakau milik petani di Desa Alasraja, Kecamatan Blega, Kamis (8/8). (FOTO JPRM)
TINJAU: Tim dari Disbun Provinsi Jatim, BSIP TAS, disperta, APTI, LIRA Bangkalan saat meninjau tembakau milik petani di Desa Alasraja, Kecamatan Blega, Kamis (8/8). (FOTO JPRM)

Tingginya harga dan banyaknya permintaan pabrikan membuat petani di Desa Alasraja, Kecamatan Blega, kini turut menanam tanaman bernama latin nicotiana tabacum itu. Luas lahan yang ditanami tembakau sekitar dua hektare.

Sunari, salah satu petani, mengaku menanam tembakau hanya ingin mencoba komoditas baru. Sebab, biasanya lahan pertaniannya tidak digarap saat musim kemarau.

”Selain memanfaatkan lahan yang selama ini nganggur, kami mencoba menanam tembakau, dan mendapat support Dinas Perkebunan Provinsi Jatim,” ucapnya.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jatim mengecek tanaman tembakau di Desa Alasraja, Kecamatan Blega, Kamis (8/8).

Pemantauan itu dilakukan dengan melibatkan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS) Malang dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan.

Hasilnya, tanaman tembakau milik petani dinilai lumayan bagus. Meskipun, tidak secara keseluruhan.

”Secara umum cukup bagus jika dilihat dari daun dan pertumbuhannya. Tinggal nanti memperluas lahan dan perkembangannya,” ucap Heri Pradowo, fungsional BSIP TAS Malang.

Pria berperawakan tinggi itu belum memastikan kualitas tembakau yang ditanam petani di Desa Alasraja, Kecamatan Blega.

Sebab, kualitas tembakau dapat ditentukan saat daun emas sudah kering.

”Secara kasatmata daunnya memiliki kandungan nikotin tinggi, karena kalau dipegang daunnya rekat,” pungkasnya.

Sementara Kabid Tanaman Semusim Disbun Provinsi Jatim Prasojo Bayu menyatakan, pihak BSIP TAS dan Dispertapahorbun Bangkalan akan mengawal para petani agar hasilnya maksimal.

Baca Juga: Retribusi Parkir Pasar Kolpajung Rawan Bocor, Portalisasi oleh Dishub Pamekasan Tidak Jelas

Jika nantinya banyak petani yang menanam tembakau, akan memberikan multiplier effect yang luar biasa.

”Jika banyak yang tanam, otomatis banyak mempekerjakan buruh. Selain itu, ketika nilai jualnya tinggi, juga berdampak pada perekonomian keluarga petani. Begitu pun seterusnya,” ucapnya.

Pihaknya berjanji akan memfasilitasi petani tembakau yang ada di Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

”Karena di Bangkalan ini baru mulai, kita akan terus support dan terus pantau. Ini muaranya kan supaya petani bisa sejahtera dengan menanam komoditas yang nilai jualnya tinggi,” pungkasnya. (c3/gik/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tembakau #Disperindag Pamekasan #rokok #Disbun #Desa Alasraja #Kecamatan Blega #Dinas Perkebunan Provinsi Jatim #Desa Teja Barat #dispertapahorbun