PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan mengadakan program pekarangan pangan lestari (P2L).
Namun, kegiatan penanaman sayuran belum terealisasi. Program yang bersumber dari DAK tersebut dianggarkan Rp 585 juta.
Kabid Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Andi Ali Syahbana mengatakan, minggu lalu pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada sembilan kelompok tani (poktan).
Mereka tersebar di Kecamatan Kadur, Palengaan, Pasean, Pakong, Pegantenan, Pademawu, Larangan, dan Kecamatan Pamekasan.
”Satu kecamatan satu poktan. Kegiatan ini difokuskan pada lokus stunting,” katanya.
Andi menyebut, anggaran kegiatan P2L ini bersumber dari DAK. Masing-masing poktan mendapatkan anggaran Rp 65 juta. Karena itu, total anggaran mencapai Rp 585 juta.
Dia mengutarakan, program ini berupa penanaman sayur-sayuran.
Tujuannya, untuk pengembangan tanaman dan mengatasi tengkes atau stunting, sehingga terjadi peningkatan gizi dan ekonomi.
Penanaman sayur akan dilakukan serentak bulan Agustus. Tanam sayur ditarget selama tiga bulan.
Dijelaskan, penerima program P2L tertuang dalam surat keterangan (SK) Bupati Pamekasan. Diharapkan, poktan bersama masyarakat mengembangkan kegiatan tersebut.
”Iya, setiap mulai kegiatan harus dilaporkan juga nantinya,” terangnya.
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, kegiatan tersebut harus dilaksanakan tepat waktu.
”Tentu pengembangan di lapangan harus intens dilakukan pendampingan juga,” tutupnya. (ail/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia