PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah melaksanakan Gerakan Intervensi Serentak (GIS).
Tujuannya, mendata angka tengkes (stunting) di daerah. Namun, capaian GIS empat puskesmas di Kabupaten Pamekasan tidak mencapai target.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin mengatakan, kegiatan GIS dilakukan untuk menindaklanjuti hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tentang penurunan stunting secara nasional dari 22,5 menjadi 22,4 persen.
GIS diluncurkan untuk menguatkan data stunting tersebut.
Pihaknya menargetkan, setiap puskesmas harus mencapai minimal 90 persen. Hingga Sabtu (29/6), terdata empat puskesmas yang tidak memenuhi target GIS.
Antara lain, Puskesmas Bandaran hanya 88,05 persen, Puskesmas Pademawu 87 persen, Puskesmas Pakong 76,22 persen, dan Puskesmas Proppo 65,44 persen.
”Iya, di Pamekasan ada empat puskesmas yang belum tercapai 90 persen. Tapi kalau secara kumulatif sudah lebih dari 90 persen,” ujarnya.
Saifudin menjelaskan, ada beberapa kendala dalam mendata di aplikasi GIS. Di antaranya, ditemukan perbedaan data yang signifikan sehingga berpengaruh pada realisasinya.
Di waktu bersamaan, puskesmas sedang membersihkan data yang bermasalah itu.
Selain itu, pengoperasian aplikasi lamban karena penginputan data dilakukan secara serentak.
Kendala lainnya, pengukuran dilakukan minggu ketiga sehingga terjadi penumpukan data di akhir pendataan. ”Tapi, di lapangan sebenarnya sudah sesuai,” terangnya.
Saifudin menegaskan, secara nasional capaian GIS Kabupaten Pamekasan sudah 90 persen.
Dia memastikan, semua indikator sudah valid seperti stunting, wasting, underweight, dan sebagainya.
Mantan ketua IDI Pamekasan itu akan terus berupaya melakukan pendampingan perihal pendataan tersebut. ”Akan kami usahakan agar bisa tembus 90 persen,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi meminta, data di aplikasi dan fakta di lapangan dipastikan selaras.
Sebab, data bukan sekadar angka, tetapi juga jadi acuan untuk penanganan stunting ke depan.
”Harusnya dari awal diwanti-wanti agar pendataan segera dilakukan. Jadi, tidak ada penumpukan di sana,” tutupnya. (ail/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti