PAMEKASAN, RadarMadura.id – Meski hasil asesmen wilayah kekeringan diprediksi selesai hari ini (21/6), sebaran wilayah kekeringan diyakini akan bertambah.
Hal itu merujuk pada laporan 13 pemerintah kecamatan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi tidak menampik bakal ada penambahan sebaran wilayah kekeringan di Kota Gerbang Salam.
Jika mengacu laporan dari 13 pemerintah kecamatan, sebaran wilayah kekeringan tersebar di 83 desa yang ada di 10 kecamatan.
”Untuk jumlah dusun masih dalam proses penghitungan, asesmennya belum selesai,” ujarnya.
Menurut dia, meski terdapat penambahan sebaran wilayah kekeringan, ada beberapa dusun yang tidak perlu mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD Pamekasan.
Sebab, di dusun tersebut ada sumur bor pribadi dan sumur bantuan pemerintah. Air yang ada di sumur bor tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.
”Asesmen dilakukan mulai 10–21 Juni. Selanjutnya. Kami akan melakukan penetapan wilayah kekeringan. Secepatnya kami umumkan daerah mana saja yang terkategori sebagai wilayah kekeringan,” terangnya.
Dhofir menjelaskan, kekeringan yang terjadi di Pamekasan terbagi dalam dua kategori. Yakni, kekeringan langka dan kritis.
Jika sebuah dusun dikategorikan mengalami kekeringan langka, maka kebutuhan air setiap penduduk di dusun tersebut di bawah 10 liter per hari.
Jika kekeringan kritis, kebutuhan air warganya 10 liter lebih per hari. Pemenuhan air bersih di kawasan kekeringan kritis akan diprioritaskan.
”Dalam pemenuhan air bersih, kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Semoga kami bisa memenuhi kebutuhan air bersih semua warga hingga musim kemarau selesai,” kata mantan lurah Barurambat Kota itu.
Agus, warga Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, mengatakan, pendistribusian air bersih harus dilakukan pemerintah karena sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak kekeringan.
”Jangan seperti tahun lalu. Penyaluran air bersih dihentikan karena anggarannya tidak cukup,” pinta pria berusia 24 tahun itu. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta