PAMEKASAN, RadarMadura.id – Layanan identitas kependudukan digital (IKD) memang sangat penting.
Namun, saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan baru menyasar para aparatur sipil negara (ASN) serta beberapa pegawai di beberapa instansi lainnya.
Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Pamekasan Achmad Nashirullah mengatakan, selain ASN, institusinya juga melayani masyarakat yang ingin mengaktifkan IKD di kantor disdukcapil di mal pelayanan publik (MPP).
”Syaratnya, pemohon harus memiliki Android,” katanya.
Menurut dia, tahun ini jumlah warga yang diwajibkan mengaktifkan IKD sebanyak 20 ribu orang.
Sementara hingga saat ini, baru ada 12.700 warga yang mengaktifkan identitas versi digital tersebut.
”Kami meyakini target tersebut pasti tercapai. Sebab, kami rutin melakukan sosialisasi serta turun lapangan. Jika ASN sudah selesai, kami akan menyasar warga yang lain,” ucap Nashir.
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur mengatakan, dinas terkait harus jemput bola agar jumlah warga yang mengaktifkan IKD terus meningkat.
”Kalau bisa jangan hanya ASN, masyarakat lainnya juga harus disasar,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta