PAMEKASAN, RadarMadura.id – Minat dan bakat pelajar harus didukung selama berada di zona positif.
Seperti halnya sepuluh murid SMKS Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) yang akan melakukan magang kerja di Jepang.
Kepala SMKS Muba Muniriyanto mengatakan, 10 murid kelas XII berasal dari lintas jurusan.
Perinciannya, enam orang dari teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO) dan empat lainnya dari teknik elektronika audio dan video (TAV).
”Ini kali pertama SMKS Muba utus pelajar ke negeri Sakura,” ucapnya.
Menurut dia, pengiriman murid magang ke luar negeri tersebut dilakukan untuk mendukung program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
”Untuk sementara, baru Jepang yang siap menerima murid SMK Muba,” katanya.
Dijelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi murid magang. Di antaranya, mengantongi izin dari orang tua secara tertulis dan medical check up.
Lalu, 10 pelajar tersebut akan diikutkan kursus gratis bahasa Jepang selama tiga bulan di SO Bintang Higashi Java Sidoarjo.
Juga, mengikuti les budaya dan interview secara daring dengan perusahaan di Jepang.
”Jadwal keberangkatan ke Jepang bergantung dari hasil interview. Kalau tidak ada yang mengulang, 10 murid itu bisa berangkat bersamaan ke Jepang,” ungkap Muniri.
Muniri menuturkan, 10 murid tersebut hasil seleksi internal. Salah satu penilaiannya mempertimbangkan keaktifan, semangat, dan tingkat kepatuhan terhadap aturan.
”Kepatuhan terhadap peraturan merupakan hal wajib. Sebab, seluruh perusahaan menerapkan aturan yang ketat,” terang Muniri.
Ditambahkan, Jepang dikenal sebagai negara produsen otomotif. Selama di Jepang, murid magang tersebut tidak hanya menerima gaji, tapi juga menambah pengetahuan.
Selain itu, mengenalkan SMK Muba di kancah internasional. ”Dan yang terpenting, tidak lalai beribadah. Itu pesan yang selalu kami sampaikan,” tandasnya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti