Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hasil Uji Laboratorium Belum Keluar, Sampel Jajan Pemicu Keracunan Massal Dikirim ke Surabaya

Ina Herdiyana • Rabu, 8 Mei 2024 | 13:30 WIB
SANTAI: Beberapa siswa SDN Jungcancang 1, Pamekasan, berada di halaman sekolah, Selasa (7/5). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
SANTAI: Beberapa siswa SDN Jungcancang 1, Pamekasan, berada di halaman sekolah, Selasa (7/5). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Puluhan siswa SDN Jungcangcang 1, Pamekasan, mengalami keracunan massal akibat mengonsumsi makanan ringan Selasa (30/4).

Sampel makanan yang diduga menyebabkan kesehatan siswa terganggu itu masih diuji dilaboratorium di Surabaya. Namun, hingga sekarang hasilnya belum keluar.

Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan Ahmad Syamlah mengaku melakukan penyelidikan epidemiologi di SDN Jungcangcang 1, Pamekasan, setelah menerima informasi terjadinya keracunan massal.

Kemudian, melakukan inspeksi ke kantin sekolah untuk mendapat sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal Jumat (3/5).

Kemudian, sampel yang didapat dikirim ke Surabaya untuk diuji laboratorium. Keesokan harinya, Sabtu (4/5), dinkes mewawancarai pihak sekolah.

Dari proses itu, ditemukan adanya 56 siswa yang mengonsumsi makanan yang diduga jadi penyebab keracunan massal.

Namun, hanya 27 siswa yang merasakan sakit dengan gejala keracunan. Misalnya, mual, muntah, pusing, diare, mulas, sakit perut, bibir bengkak, hingga demam.

Sedangkan hasil uji laboratoriumnya hingga saat ini belum keluar. ”Kemungkinan masih minggu depan,” ujar pria berbadan tegap itu.

Pengawas Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ridawati mengatakan, jajan yang dikonsumsi para siswa tersebut merupakan produksi luar, bukan Pamekasan.

Produknya sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ”Jenis makanan ini juga sama dengan kabupaten lain,” katanya.

Setelah turun ke lapangan, Disperindag Pamekasan mendatangai toko yang menjual makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Saat dikonfirmasi, pihak toko mendapat barang dari Surabaya.

Baca Juga: Temukan Belanja Pegawai Tak Sinkron, Hasil Sidak Dewan ke Diskop UKM dan Naker Pamekasan

Rida mengatakan, tindak lanjut dari kasus keracunan massal yang dialami siswa SDN Jungcangcang 1 itu masih sumir. Sebab, hasil dari uji laboratoriumnya belum keluar.

”Tupoksi kita sebagai pengawas dan pelindung konsumen sebatas memeriksa bagian luar, yakni hanya kemasan,” sambungnya.

Sementara  itu, Kepala SDN Jungcangcang 1, Pamekasan, Siti Fatimah menjelaskan, jajan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal dibeli di kantin sekolah.

Sedangkan pedagang yang berjualan di kantin mengaku mendapat jajanan dari salah satu toko di Desa Gurem, Pamekasan.

”Kalau keracunannya mereka biasa-biasa saja seperti umumnya. Gejalanya itu mual, muntah, dan pusing. Syukurnya tidak sampai dibawa ke puskesmas, hanya dipulangkan ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Siti Fatimah mengaku sudah meminta pengelola kantin lebih berhati-hati dalam menjual jajanan.

Namun, pihaknya menyadari kejadian yang dialami siswanya merupakan musibah karena tidak ada unsur kesengajaan dari pihak mana pun.

”Iya, ke depan akan lebih berhati-hati lagi. Kami juga akan mengedukasi para siswa untuk memilah dan memilih makanan yang lebih sehat,” terangnya. (ail/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

 

Editor : Ina Herdiyana
#laboratorium #SDN Jungcangcang 1 #pamekasan #Hasil Uji