Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jadi Sorotan, Anggaran Lokakarya di Satu Kecamatan Habiskan Dana Ratusan Juta, PMII Pamekasan Minta Seriusi Program

Fatmasari Margaretta • Kamis, 25 April 2024 | 17:16 WIB

 

Ilustrasi anggaran (jawapos.com)
Ilustrasi anggaran (jawapos.com)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Lokakarya yang digelar di tiap kecamatan menelan anggaran yang tidak sedikit.

Dalam satu kegiatan, program yang melibatkan anggota DPRD dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai narasumber itu menghabiskan anggaran puluhan juta.

Camat Pademawu Junaidi mengatakan, lokakarya itu sudah digelar sejak 2023 lalu. Tahun ini, kegiatan tersebut juga sudah terjadwal dengan baik.

Namun, pada April ini program NS tersebut tidak terlaksana dengan alasan para narsum belum ada yang memiliki jadwal.

Junaidi mengatakan, untuk 2024 ini kegiatan lokakarya akan digelar selama delapan kali. Kali pertama digelar pada Februari. Kemudian, dilanjutkan pada Maret lalu.

Kegiatan tersebut menelan anggaran yang relatif besar. Di Kecamatan Pademawu saja, total anggaran yang disediakan berkisar Rp 240 juta untuk delapan kegiatan. Untuk satu kali kegiatan dana yang dikeluarkan sebesar Rp 30 juta.

”Bulan depan sepertinya ada, kami menunggu narsumnya bisa,” terangnya.

Dana ratusan juta tersebut digunakan untuk beberapa komponen. Mulai dari konsumsi, honor narsum, dan uang transpor peserta.

Pada kegiatan yang digelar Maret lalu, setiap peserta dapat uang transpor Rp 50 ribu.

Untuk besaran honor narasumber berdasar posisi jabatan masing-masing. Apabila yang hadir kepala OPD mendapatkan Rp 1 juta.

Sementara jika diwakili mendapatkan nominal di bawah itu, bergantung eselon.

Untuk program NS tersebut, para peserta yang ikut juga dibatasi berkisar 60 warga.

Itu disesuaikan dengan jenis lokakarya. Hal tersebut, menurut Junaidi, karena anggaran yang dimiliki terbatas.

”Kalau lebih, kami dapat dari mana anggaran,” ungkapnya.

Junaidi mengeklaim, bahwa kegiatan tersebut juga sudah sesuai dengan peraturan. Sehingga, tidak sepatutnya dipermasalahkan secara berkepanjangan.

”Kami tegaskan, kegiatan ini disesuaikan dengan jadwal. Kalau waktu itu narsum bisa di hari tersebut dan waktunya juga sudah seperti itu, mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Waka II PC PMII Pamekasan Hendra meminta kegiatan itu dilaksanakan secara serius. Sangat disayangkan apabila anggaran ratusan juta itu tidak ada dampak nyata kepada masyarakat.

”Saya berharap kegiatan lokakarya selanjutnya tidak hanya formalitas, harus dilaksanakan secara serius,” pintanya.

Menurut dia, lokakarya itu sangat baik. Apalagi, melibatkan masyarakat. Kegiatan itu menjadi sarana bagi pemerintah dan masyarakat diskusi terkait persoalan Pamekasan.

Namun, jika tidak dikerjakan secara serius, program sebagus apa pun hanya akan menghabiskan anggaran. Lalu, masyarakat yang menjadi korbannya.

Eman anggaran ratusan juta kalau tidak serius programnya. Kami harap selanjutnya harus dikerjakan secara serius,” desaknya. (ail/han)

Editor : Fatmasari Margaretta
#anggaran #jabatan #pamekasan #program #honor #Narsum #konsumsi