PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan mengusulkan lima kelompok taman baca masyarakat (TBM) ke perpustakaan nasional (perpusnas).
Namun, hanya tiga kelompok TBM yang dipastikan menerima bantuan buku. Sedangkan dua kelompok lainnya gagal.
Pustakawan DPK Pamekasan Kusairi mengatakan, tiga kelompok TBM penerima bantuan sudah ditentukan.
Yakni, di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pasean, dan Yayasan Mandhala Senom.
Dia menuturkan, kelompok yang menerima bantuan dinilai berkomitmen untuk pengembangan literasi.
”Jadi, kalau tujuannya tidak jelas tidak akan dapat bantuan ini,” ujarnya.
Kusairi mengungkapkan, buku bantuan untuk dijadikan bahan bacaan anak agar lebih berkualitas dan punya keterampilan.
Dia berharap, buku tersebut dimanfaatkan dengan baik. ”Makanya, kelompok TBM harus proaktif,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pada Februari sudah dilakukan seleksi. Tiga kelompok TBM dipastikan mendapat bantuan buku. Hanya, bantuan ribuan buku itu belum ada yang terealisasi.
Penyaluran bantuan buku ini dijadwalkan Mei hingga Desember. Sebab, bantuan ini bersifat nasional sehingga harus menunggu giliran untuk proses realiasasinya.
”Untuk Pamekasan belum diketahui. Semoga bisa secepatnya,” harapnya.
Ketua Yayasan Mandhala Senom Ach. Rofiqi mengaku bangga mendapat kepercayaan atas bantuan buku tersebut.
Buku itu akan bermanfaat dan bisa jadi bahan bacaan untuk relawan dan masyarakat.
”Kami buka open table di sekitar Monumen Arek Lancor setiap Minggu. Semoga buku-buku ini bisa dibawa ke sana dan bermanfaat untuk masyarakat dan pengunjung,” tukasnya. (ail/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia