PAMEKASAN, RadarMadura.id – IAIN Madura mendorong masyarakat kampus memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan nilai ibadah.
Meski begitu, kewajiban akademik tetap harus dilaksanakan. Bahkan, perguruan tinggi negeri ini menggelar lomba dai khusus mahasiswa.
Rektor IAIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd mengatakan, semua karyawan harus tetap masuk ke kampus sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Hal itu membuktikan bahwa selama bulan Ramadan tidak boleh bermalas-malasan.
Menurutnya, banyak sekali hikmah bulan suci yang bisa dipetik. Pahala aktivitas positif selama bulan Ramadan akan dilipatgandakan.
”Harus tetap produktif, jangan jadikan bulan Ramadan ini untuk berleha-leha atau rebahan di rumah saja,” ujarnya.
Tak hanya karyawan, seluruh mahasiswa juga diminta untuk tetap melakukan kegiatan, baik di internal atau eksternal kampus.
Syaiful menekankan, kegiatan eksternal harus bersifat positif dan berdampak baik pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
”Sebagai insan akademik harus membuktikan bisa berdampak baik kepada masyarakat,” terangnya.
Mantan ketua kode etik IAIN Madura ini juga ingin seluruh insan IAIN Madura menjaga perilaku selama Ramadan.
Segala amalan baik selama bulan suci ini dipertahankan hingga Hari Raya Idul Fitri. Misalnya salat berjemaah, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan positif lainnya.
”Jadi, tidak hanya dikerjakan di bulan Ramadan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, hikmah Ramadan yang bisa diambil di antaranya salat Tarawih dan tadarus di masjid.
Berbeda pada saat Covid-19, banyak aktivitas yang dibatasi. Karena itu, semua karyawan dan mahasiswa IAIN Madura harus terus semangat mengejar pahala Ramadan
Terutama di akhir bulan Ramadan ini. Ibadah harus tetap istiqamah agar bisa meraih malam Lailatulqadar.
”Seperti yang selalu kami sampaikan ke teman-teman mahasiswa dan juga karyawan agar senantiasa menjaga ibadah,” ungkap Saiful.
Syaiful menuturkan, IAIN Madura menggelar lomba dai bagi mahasiswa IAIN Madura. Itu dilakukan untuk mengasah minat dan bakat mahasiswa.
”Siapa pun boleh ikut. Intinya yang bertalenta,” tukasnya. (ail/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta