Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Percikan Api Muncul dari Toko Sandal, Sepuluh Kios Pasar Waru Terbakar Diduga Korsleting Listrik

Fatmasari Margaretta • Senin, 1 April 2024 | 03:05 WIB
JADI ARANG: Pedagang memindahkan sisa barang yang tidak terbakar di Pasar Waru, Pamekasan, Sabtu (30/3). (MOH IQBAL AFGANI/JPRM)
JADI ARANG: Pedagang memindahkan sisa barang yang tidak terbakar di Pasar Waru, Pamekasan, Sabtu (30/3). (MOH IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pedagang dikejutkan dengan munculnya api di salah satu kios Pasar Waru, Sabtu (30/3).

Percikan api muncul dari kios sandal sekitar pukul 05.30. Lalu, si jago merah menjalar hingga melalap 9 kios dan toko lain yang berdempetan.

Pedagang berjibaku memadamkan api. Sekitar pukul 06.50, kobaran api mulai padam dengan menggunakan alat seadanya.

Pada pukul 07.45, pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi dan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

Beno, 25, mengatakan, dia melihat api muncul dari salah satu kios sandal di Pasar Waru.

Tak berlangsung lama, api merembet di sembilan kios dan toko lainnya. ”Api muncul kali pertama dari kios sandal,” katanya.

Kapolsek Waru Iptu Subroto memastikan, tidak ada korban dalam kebakaran kios di Pasar Waru.

Hanya, barang dagangan milik pedagang ludes terbakar. Sebagian dagangan di kios yang terbakar berhasil diselamatkan dibantu pedagang.

”Kios paling depan menjual snack, sebagian masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Menurutnya, ada 10 kios yang terdampak kebakaran. Yakni, toko sembako milik Nurhafi, toko roti dan snack milik Mai alias Hodri, toko sandal milik Matali, toko sembako milik Siti, dan toko sandal milik Tatik.

Selain itu, toko jamu milik Sumratun, warung nasi milik Salbeti, dan kios daging ayam  miliki Busina ikut terbakar.

Termasuk dua toko sandal milik Sarima dan Busri. Subroto menaksir, kerugian yang dialami setiap pedagang Rp 75 juta sehingga jika ditotal mencapai Rp 800 juta. ”Beruntung tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Polsek Waru masih mendalami penyebab kebakaran 10 kios tersebut. Subroto menduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik.

”Yang namanya musibah tidak ada yang tahu. Semoga diberi ketabahan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan M. Yusuf Wibiseno mengutarakan, tim damkar langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan.

Tim memastikan api sudah padam sebelum pulang. Dari peristiwa ini, dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

”Tidak ada yang tahu kapan kebakaran akan terjadi. Intinya tingkatkan kewaspadaan,” pesannya. (ail/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pendinginan #listrik #korsleting #kebakaran #pamekasan #Waru #Laporan #korban jiwa #kios #sandal