Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jelang Ramadan, Stok Beras Bulog Menipis, Tambah 200 Ton untuk Empat Kabupaten  

Fatmasari Margaretta • Senin, 4 Maret 2024 | 23:40 WIB
Stok Beras Bulog Madura
Stok Beras Bulog Madura

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perum Bulog Cabang Madura harus menambah persediaan beras.

Pasalnya, stok beras empat kabupaten di Madura semakin menipis menjelang Ramadan. Sedangkan kebutuhan masyarakat diprediksi tetap tinggi.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Madura Uswadi mengatakan, untuk menyiasati kebutuhan beras di Madura dengan cara meminta tambahan pengiriman beras.

Pihaknya sudah koordinasi dengan Perum Bulog Kanwil Jatim. Direncanakan ada tambahan pengiriman 200 ton beras ke Madura.

Pengiriman beras tiba di Madura sebelum Ramadan. ”Intinya, bulan Ramadan beras Bulog ini sudah datang dan siap diedarkan ke masyarakat,” katanya.

Uswadi mengutarakan, 200 ton beras tersebut akan dibagikan ke empat kabupaten di Pulau Garam.

Setiap kabupaten mendapatkan jatah 50 ton beras Bulog. Tambahan tersebut untuk menambah persediaan beras di Madura.

”Sisa stok beras di empat kabupaten saat ini masih cukup hingga beras tambahan ini datang,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini stok beras di Bangkalan tersisa 30 ton, Sampang 40 ton, dan Sumenep 41 ton. Sementara persediaan beras paling sedikit di Kabupaten Pamekasan, yakni hanya 20 ton.

Tambahan beras Bulog tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat hingga selesai Idul Fitri. Jika sewaktu-waktu beras Bulog kurang, pihaknya akan mengusulkan penambahan lagi.

”Jadi, kemungkinan cukup sampai dua minggu setelah Idul Fitri. Pasti kita berikan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Uswadi menjelaskan, serapan beras Bulog di Kota Gerbang Salam paling tinggi dibanding tiga daerah lainnya. Selama dua bulan terakhir, beras yang terserap di Pamekasan mencapai 243.490 ton.

Menurutnya, tingginya serapan beras Bulog karena stok di tengah masyarakat menipis. Selain itu, saat ini belum masuk musim panen.

”Jumlah penduduk di Madura juga cukup banyak sehingga berpengaruh pada serapan beras,” terangnya.

Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi menuturkan, penambahan beras Bulog menjelang Ramadan sudah seharusnya dilakukan.

Sebab, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Karena itu, dia meminta agar distribusi beras harus sesuai dengan regulasi.

”Jadi, tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh harga beras mahal kalau memang Bulog hadir untuk membantu masyarakat perihal kebutuhan pangan,” pintanya. (ail/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#ramadan #beras #regulasi #stok #pulau garam #bulog #musim panen #pamekasan #pangan