Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Angin Kencang Diprediksi hingga Maret, Pj Gubernur Jatim Adhy Salurkan Bantuan pada Korban Bencana

Fatmasari Margaretta • Minggu, 25 Februari 2024 | 17:49 WIB
PRIHATIN: Pj Gubernur Jawa Timur didampingi Pj Bupati Pamekasan, Kalaksa BPBD Jatim Gatot, dan Kepala Bakrowil IV Pamekasan Sufi meninjau rumah warga korban bencana di Desa Blumbungan
PRIHATIN: Pj Gubernur Jawa Timur didampingi Pj Bupati Pamekasan, Kalaksa BPBD Jatim Gatot, dan Kepala Bakrowil IV Pamekasan Sufi meninjau rumah warga korban bencana di Desa Blumbungan

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebanyak 144 rumah warga di Kabupaten Pamekasan rusak ringan akibat diterjang angin kencang, Rabu (21/2).

Perinciannya, Kecamatan Pamekasan 32 rumah, Kecamatan Larangan 102 rumah, dan Kecamatan Kadur 5 rumah. Lalu, di Kecamatan Palengaan 3 rumah dan Kecamatan Pegantenan 2 rumah.

Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono melihat langsung kondisi sejumlah rumah yang terdampak angin kencang tersebut Sabtu (24/2).

Rumah rusak paling parah di Dusun Garuk, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Dapur warga roboh tertimpa pohon.

Pj Gubernur Adhy menyampaikan, curah hujan tinggi disertai angin kencang terjadi dalam seminggu terakhir.

Kondisi tersebut diprediksi terus terjadi hingga Maret. Karena itu, dia meminta agar semua stakeholder selalu standby apabila terjadinya bencana.

”Di Pamekasan ada di lima kecamatan dan beberapa desa, bahkan ada beberapa rumah yang rusak parah akibat bencana angin kencang ini,” katanya.

Menurutnya, peristiwa di Kota Gerbang Salam termasuk bencana hidrometeorologi yang bersamaan dengan angin kencang.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. ”Intinya Pemerintah Provinsi Jatim maupun daerah harus siap, sistem harus selalu diaktifkan,” tuturnya.

Adhy mengungkapkan, tingkat kerusakan rumah warga tidak sama. Dia meminta masyarakat tidak berlarut-larut memikirkan dampak bencana yang dialami.

Sebab, pihaknya sudah menyiapkan bantuan material bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan rumah yang rusak.

Bangunan yang rusak berat diminta segera dibangun sesuai standar bantuannya.

Dia berharap masyarakat bergotong royong dalam memperbaiki bangunan yang rusak tersebut.

”Materialnya kita kasih dan harus dikerjakan secara gotong royong. Dari Koramil, Polsek Larangan, Tagana, dan BPBD akan bantu,” ucapnya.

Adhy memastikan, pemerintah akan membantu korban bencana. Jika kebutuhan logistik kurang, pihaknya berjanji akan melengkapi.

Pemprov Jatim melalui Pemkab Pamekasan juga akan memfasilitasi korban jika butuh tempat pengungsian dengan menyiapkan tenda dan kebutuhan lainnya.

”Langkah kami tidak berhenti di sini karena musim ini panjang, maka teman-teman harus siap siaga” paparnya.

Korban bencana Abd. Aziz, 56, mengaku senang atas bantuan dari pemerintah.

Warga Dusun Toron Samalem, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, merasa ada perhatian dari pemerintah.

”Dengan adanya bantuan ini, kami merasa ada perhatian dari pemerintah. Semoga bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya. (ail/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#siaga #bencana #pemerintah #logistik #koramil #angin kencang #perhatian