PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelatihan kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan Ketenagakerjaan Pamekasan sangat sedikit.
Tahun ini hanya menyediakan lima jenis pelatihan, yakni menjahit, bordir, desain grafis, tata boga, dan tata rias.
epala Diskop UKM dan Ketenagakerjaan Pamekasan Muttaqin mengatakan, untuk kegiatan pelatihan kerja kali ini masih di tahap persiapan.
Program tersebut direncanakan dimulai pada Maret mendatang dengan kuota peserta di masing-masing pelatihan ada 16 orang dengan batas maksimal usia 40 tahun.
”Dengan mendaftar melalui aplikasi Siap Kerja, kami lakukan tes wawancara untuk melihat kesungguhan mereka, dan juga mengantisipasi ada lonjakan calon peserta yang mendaftar,” jelasnya.
Baca Juga: Puan Maharani Tekankan DPR-RI Harus Jaga Pemilu 2024 Sesuai Amanat Konstitusi
Instansinya, kata Muttaqin, juga akan memprioritaskan peserta disabilitas dengan menempatkan urutan nomor satu di antara 16 peserta.
Sebab, output dari program kali ini memang menumbuhkan wirausaha baru bagi masyarakat Pamekasan.
Anggaran tahun ini Rp 350 juta yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Tempat pelatihan kerja tersebut akan berpusat di kantor Diskop UKM dan Ketenagakerjaan Pamekasan di Jalan Raya Panglegur, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan.
”Meskipun anggaran kami kecil tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tetap gelar pelatihan kerja ini. Semua masyarakat bisa mendaftar, dan waktu pelatihannya juga bermacam-macam mulai dari 13 hari, 28 hari, dan 33 hari,” ungkap mantan camat Tlanakan ini.
Dalam pelatihan kerja ini instansinya juga menyiapkan instruktur yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan jenis pelatihannya.
Muttaqin berharap, setelah pelatihan selesai, para peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama mengikuti program tersebut.
”Jadi enak, terutama para ibu rumah tangga (IRT) muda yang tidak memiliki kegiatan bisa bergabung dengan kami.
Nanti sertifikatnya juga ada, jadi semakin yakin atas kinerja yang dimiliki, perekonomian juga diharapkan semakin meningkat,” katanya.
Baca Juga: Misteri Saturn dan Pengaruhnya pada Sejarah One Piece
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Ali menyampaikan, meskipun anggaran tahun ini terbilang minim, pelatihan harus lebih ditingkatkan.
Dia juga meminta Pemkab Pamekasan memonitoring. Baik saat pelaksanaan pelatihan maupun setelah selesai.
”Jadi bisa ditanyakan perkembangannya, jangan sampai lepas tangan meskipun sudah selesai,” tutupnya. (ail/han)
Editor : Fatmasari Margaretta