Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab Pamekasan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Cetak Stiker Parkir, Wakil Rakyat Pertanyakan Efektivitas

Ina Herdiyana • Jumat, 2 Februari 2024 | 16:30 WIB
LENGANG: Karyawan Dishub Pamekasan menunjukkan contoh stiker parkir berlangganan yang terpasang pada kendaraan di kantornya, Rabu (31/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
LENGANG: Karyawan Dishub Pamekasan menunjukkan contoh stiker parkir berlangganan yang terpasang pada kendaraan di kantornya, Rabu (31/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEAKASAN, RadarMadura.id – Biaya cetak stiker parkir berlangganan tidak murah. Pemkab Pamekasan harus menggelontorkan anggaran ratusan juta demi memenuhi kebutuhan stiker parkir.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dishub Pamekasan Imam Hidajat menyatakan, anggaran pengadaan stiker parkir berlangganan mencapai Rp 170 juta.

Anggaran itu dipecah untuk empat paket pengadaan. ”Jumlah stiker yang dibelanjakan fluktuatif setiap tahun, bergantung pada laporan KB samsat,” paparnya.

Saat ini Dishub Pamekasan belum membelanjakan pengadaan stiker parkir berlangganan yang teranggarkan.

Sebab, anggarannya masih proses verifikasi. ”Pemesanan stiker parkir berlangganan bakal tetap dibelanjakan tahun ini,” ujarnya.

Imam mengeklaim, pengguna stiker berlangganan meningkat. Indikasinya, pendapatan yang diperoleh pemkab dari penarikan retribusi 2023 lebih banyak daripada 2022.

”Pada 2023, pendapatannya Rp 2,9 miliar, sedangkan pada 2022 perolehannya Rp 2,8 miliar,” terangnya.

Pihaknya berjanji untuk terus mendorong masyarakat agar membayar pajak dan parkir berlangganan. Salah satunya memalui imbauan traffic voice di beberapa persimpangan perkotaan. ”Kami terus mengajak masyarakat agar tertib membayar pajak,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan, penggunaan stiker parkir berlangganan belum jelas. Sebab, masyarakat masih sering mengeluh karena terkesan sia-sia.

Banyak warga yang merasa dipungut parkir berlangganan, tetapi tetap ditarik retribusi oleh jukir saat memarkir kendaraannya di tepi jalan umum.

”Anggaran yang dikeluarkan pemerintah cukup banyak. Kami harap dikaji ulang dari segi kemanfaatannya,” tegasnya. (bai/jup)

 

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#pemkab pamekasan #stiker #kota gerbang salam #parkir #APBD