PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dibanding tahun 2022 lalu, nilai tingkat kegemaran membaca (TGM) Pamekasan pada 2023 turun drastis. Sebab, pada 2023 menempati peringkat 30 dan pada 2022 berada di ranking 21 se-Jawa Timur.
Salah satu pemicunya, keberadaan perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan perpustakaan keliling (perpusling) belum optimal.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan Kusairi mengatakan, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan perpusling menjadi salah satu indikator untuk mengukur meningkatnya nilai TGM.
Saat ini keberadaan perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan perpusling dinilai kurang optimal.
”Kami koordinasikan dulu dengan pihak sekolah, pemerintah desa, dan internal DPK untuk memperbaiki dan mengevaluasi semua program yang sudah terealisasi saat ini,” katanya.
Dijelaskan, ada empat indikator yang menjadi standar nilai TGM. Yakni, frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahasa bacaan, dan durasi akses internet.
”Nanti ada opsi perbaikan nilai. Beberapa kabupaten/kota melakukan hal tersebut. Makanya, nilai TGM antar kabupaten/kota saling geser,” terangnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi menyampaikan, untuk memperkuat nilai TGM, dibutuhkan fasilitas penunjang yang mumpuni.
”Dinas terkait juga harus membuat inovasi-inovasi baru. Sehingga, animo masyarakat untuk membaca di perpustakaan semakin meningkat,” pungkasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta