PAMEKASAN, RadarMadura.id – Potensi pertanian di Kabupaten Pamekasan cukup melimpah, baik untuk komoditas pangan maupun komoditas hortikultura. Karena itu, harus berdampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah.
Pada tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD). Jika semula Rp 60 juta, pada tahun ini dinaikkan menjadi Rp 160 juta.
Plt Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, PAD yang ditargetkan instansinya tidak terlalu besar.
Alasannya, tidak banyak sumber penunjang. ”Tapi, nominal kenaikannya saya kira cukup tinggi, lebih dari 100 persen,” katanya.
Dia menjelaskan, sumber PAD DKPP antara lain dari rumah potong hewan dan sewa lahan. Namun, Nolo hanya menaikkan retribusi sewa lahan yang dikelola pemkab.
Jika pada 2023 retribusi sewa lahan Rp 500 per meter, pada tahun ini menjadi Rp 1.000.
”Kenaikan satu kali lipat itu menyesuaikan dengan kenaikan target PAD yang harus dicapai tahun ini,” ujarnya.
Nolo menuturkan, lahan yang disewakan kepada petani tersebar di beberapa desa.
Di antaranya, Pegantenan 1,4 hektare; Sumedangan 2 hektare; Polagan 2,1 hektare; Lebek 0,9 hektare; Kangenan 0,1 hektare; Galis 0,3 hektare; Lenteng 0,2 hektare; dan Toket 1 hektare.
”Kalau mengacu pada tahun sebelumnya, capaian PAD kita sesuai dengan target. Bahkan bisa dibilang melampaui target. Tahun ini kami yakin target PAD bisa dicapai,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail menjelaskan, upaya pencapaian PAD memang menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) pemerintah.
Karena itu, dia meminta DKPP lebih inovatif. ”Saya kira, yang perlu dilakukan ke depan adalah melakukan inovasi. Jangan bergantung pada dua sumber yang ada sekarang,” sarannya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana