PAMEKASAN, RadarMadura.id – Indeks pembangunan manusia (IPM) Pamekasan naik.
Kenaikan angka itu terjadi selama tiga tahun terakhir. Pemerintah mendapat apresiasi, tapi harus meningkatkan sarana dan prasarana penunjang.
Kepala BPS Pamekasan Anwar mengatakan, data IPM Pamekasan mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir.
Mulai dari 2020 IPM di Pamekasan 68,65, pada 2021 meningkat menjadi 68,78. Lalu, pada 2022 meningkat menjadi 69,35. ”Pada 2023 meningkat menjadi 70,32 persen,” katanya.
Anwar mengatakan, peningkatan IPM disebabkan oleh beberapa indikator. Di antaranya, fasilitas kesehatan yang mulai membaik, kesejahteraan perekonomian masyarakat, dan stabilitas harga bahan pokok.
”Ketiga indikator itu yang menjadi faktor terus meningkatnya IPM di Pamekasan,” ujarnya.
Peningkatan IPM setiap tahun menjadi jawaban keberhasilan kinerja pemerintah kabupaten (pemkab). Sebab, sudah mampu membuat pendidikan, perekonomian, dan sosial masyarakat terus semakin maju.
”Itu perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan agar IPM di Pamekasan terus meningkat dan tidak mengalami penurunan,” paparnya.
Anwar menyarankan agar pemkab tidak gampang puas meskipun IPM mengalami peningkatan setiap tahun. Hal yang perlu ditingkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan dan pendidikan masyarakat.
Baca Juga: BKPSDM Pamekasan Bakal Punya Ruang Rapat Representatif, Anggaran Rehab Telan Ratusan Juta
”Sehingga, IPM di Pamekasan tetap bertahan dan terus meningkat setiap tahun,” pungkasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, capaian IPM yang terus meningkat tersebut sudah bagus. Menurut dia, meskipun kenaikan tidak begitu signifikan, sudah ada progres hasil.
”Harus lebih ditingkatkan oleh pemkab, mulai dari sarana dan prasarana dan sebagainya. Sehingga, IPM di Pamekasan tidak turun dan terus meningkat seperti sebelumnya,” ujarnya. (bai/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta