PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa di jalan Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jumat (19/1).
Seorang pengendara motor terlindas bus pariwisata. Akibatnya, pengendara motor tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Laka Satlantas Polres Pamekasan Iptu Edy Sugiantoro menerangkan kejadian tersebut bermula Akhmad Zaini, 50, naik motor Honda Vario M 6747 AA dari arah barat ke arah timur.
Sesampainya di Desa Samatan pada pukul 07.00 hendak menyalip bus rombongan muslimat dari Lumajang. Namun, dari arah berlawanan ada kendaraan lain.
Zaini berusaha menghindar. Namun, warga Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan, itu terjatuh.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi, pengendara tersebut mengemudikan kendaraan di atas rata-rata. Jarak pandang saat hendak menyalip terbatas.
”Dari arah berlawanan ada pengendara lain, saat berusaha menghindar, tidak terkendali kendaraannya. Akhirnya (terjatuh) pas di bawah bus, terlindas, dan meninggal di tempat,” jelas Edy.
Edy menambahkan, korban dibawa ke rumah duka. Sedangkan sopir bus W 7420 UP serta rombongan dibawa ke mapolres untuk dimintai keterangan.
”Masih kami interogasi lebih lanjut sopirnya,” terangnya.
Baca Juga: Dispendik Sumenep Bakal Gelar Festival Drumben Pelajar, Ajak Semua Sekolah Berpartisipasi
Bus dengan bodi hijau itu mengangkut 60 jemaah muslimat dari Lumajang. Rombongan tersebut hendak ziarah ke Buju’ Lattong di Desa Batuampar, Kecamatan Proppo.
Selain itu, ke Joko Tarub di Kecamatan Larangan, Asta Tinggi Sumenep, dan beberapa lokasi lain.
”Mau menuju ke timur seusai dari Asta Buju’ Lattong. Pengendara itu jatuh sendiri dan terlindas bus kami,” terang Susandi, 35, sopir bus asal Dusun Krajan, Kecamatan Kademangan, Probolinggo, itu.
Dia mengemudikan bus dengan pelan karena di depan ada pengendara penjual cilok. Sebelum terlindas Bus Macan Muda itu, pengendara hendak menyalip.
Baca Juga: Bikin Inovasi Baru, Disperindag Pamekasan Akan Berlakukan Pembayaran Retribusi Nontunai
Sedangkan posisi jalan di TKP sempit dan menikung. Namun, pengendara tetap memaksa untuk mendahului. Sedangkan dari arah berlawanan ada pengendara motor lain menuju arah barat.
”Pengendara motor mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Karena tidak nututi saat hendak menyalip, akhirnya menghindar dan nabrak pohon.
Lalu, dia terpental dan jatuh tepat di ban belakang sebelah kanan bus kami, sehingga terlindas bus kami,” tuturnya. (bai/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta