PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan dipastikan tidak kecipratan anggaran pengadaan buku baru.
Sebab, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024, disperpusip tidak kebagian anggaran pengadaan buku.
Kabid Pelayanan dan Pengembangan Perpustakaan Dispusip Pamekasan Fitriyani Rachman mengatakan, tahun ini institusinya dipastikan tidak akan melakukan pengadaan buku. Sebab, institusinya tidak mendapatkan anggaran dari APBD 2024.
”Tahun 2023 juga tidak mendapatkan anggaran pengadaan buku. Tahun lalu kami melakukan pengadaan yang anggarannya bersumber dari anggaran dana alokasi khusus (DAK),” ujarnya.
Menurutnya, anggaran DAK yang diterima institusinya pada 2023 lalu sebesar Rp 200 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan 1.751 eksemplar buku.
”Sudah digunakan semua, karena banyak banyak yang mencari referensi bacaan buku baru,” terangnya.
Buku yang dibelanjakan tersebut bermacam-macam, menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pengunjung. Mulai dari buku tentang hukum, kesehatan, pendidikan, buku Madura, dan sebagainya.
Baca Juga: Jatah Kian Menyusut, DKPP Pamekasan Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi Per Kecamatan
”Sehingga, pengunjung puas saat datang ke perpustakaan jika menemukan buku sesuai keinginannya,” terangnya.
Menurutnya, pengadaan buku baru sangat penting dilakukan setiap tahun. Sebab, pembaca terutama mahasiswa, kebanyakan mencari buku yang diterbitkan di bawah 2021.
”Karena anggaran yang kami terima tahun ini hanya Rp 50 juta, maka akan tetap memaksimalkan anggaran DAK,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, anggaran yang dimiliki daerah memang minim. Karena itu, pemkab harus mengutamakan pelaksanaa program prioritas.
”Dinas terkait mesti pandai membuat inovasi untuk memancing pengunjung agar tertarik datang ke perpustakaan. Agar keberadaan perpustakaan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (bai/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta