Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kursi Payung Rusak, APKLI Sebut Diskop UKM dan Naker Pamekasan Tak Serius Kelola Sentra Sae Rassah

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 9 Januari 2024 | 19:50 WIB
TAK LAYAK: Fasilitas kursi payung di area Sae Rassah, Jalan Dirgahayu, Kecamatan Bugih, Pamekasan, yang rusak, Senin (8/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
TAK LAYAK: Fasilitas kursi payung di area Sae Rassah, Jalan Dirgahayu, Kecamatan Bugih, Pamekasan, yang rusak, Senin (8/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tata kelola sentra Sae Rassah yang berlokasi di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, kurang optimal. Indikasinya, baru setahun ditempati, banyak fasiltas umum (fasum) yang rusak. Salah satunya kursi payung yang disediakan untuk pengunjung.

Ketua Dewan Penasihat Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pamekasan Noer Faisal mengatakan, dinas koperasi usaha kecil menengah dan tenaga kerja (diskop UKM dan naker) kurang serius mengelola sentra Sae Rassah. Juga, merawat fasum yang ada di lokasi. ”Hampir semua payung mulai rusak, sudah tidak dipakai,” katanya.

Pria yang karib disapa Faisal itu membeberkan, selain karena minimnya perhatian pemerintah, pemicu kursi payung tersebut rusak karena kualitasnya diduga buruk. Selama ini diskop UKM dan naker terkesan setengah hati mengelola sentra PKL. ”Artinya, setelah selesai merelokasi, maka tugas mereka dianggap selesai. Tidak memikirkan dampaknya,” sesalnya.

Kepala Diskop UKM dan Naker Muttaqin mengaku sudah mengetahui kerusakan fasum tersebut. Menurutnya, pengadaan itu dilakukan melalui pihak ketiga. Tapi, dia enggan menyebut nominal anggaran pengadaan kursi payung tersebut. ”Pengadaan kursi payung itu sudah sesuai kriteria. Dalam proses pengadaannya kami dilibatkan,” tegasnya.

Muttaqin keberatan jika dinilai kurang optimal melakukan perawatan terhadap fasum yang ada di sentra Sae Rassah. Justru, dia minta para PKL ikut bertanggung jawab menjaga dan merawat fasum tersebut. ”Mereka kan tidak merawat. Jadi, kerusakan itu memang murni akibat dari minimnya perawatan. Kalau tidak dipakai dan terkena panas dalam waktu lama, ya bisa rusak,” tandasnya. (di/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#fasilitas umum #Sae Rassah #Diskop UKM dan Naker #fasum #Kursi payung #apkli