PAMEKASAN, RadarMadura.id – Cuaca ekstrem harus diwaspadai. Sebab, selama enam hari pertama pada 2024 sudah ada tujuh bangunan rusak akibat hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin puyuh.
Tujuh bangunan rusak akibat angin puyuh yang terjadi pada Jumat (5/1). Perinciannya, empat rumah dan satu masjid di Desa Pakong, Kecamatan Pakong. Selain itu, dua kejadian lainnya menimpa rumah warga dan gedung SDN Waru 3 Sabtu (6/1).
”Selama dua hari ini Pamekasan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang,” ucap Sekretaris BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi.
Kerusakan ini rata-rata di bagian atap. Sehingga, peristiwa itu menimbulkan kerugian jutaan rupiah bagi korban terdampak. ”Iya, yang rusak itu kebanyakan atap,” jelasnya.
Dhofir meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi. Khususnya wilayah yang rawan bencana. Seperti, wilayah pantura yang sering terjadi angin kencang, longsor, banjir, dan sebagainya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi meminta BPBD selalu hadir dan siap siaga untuk menangani bencana di Kota Gerbang Salam. Juga, harus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai kebencanaan masyarakat.
”Pemkab harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk kebencanaan ini. Semoga Pamekasan selalu aman,” tutupnya. (ail/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti