Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Inspiratif! Upaya Muhammad Romli, Duta Baca IAIN Madura Tingkatkan Literasi Mahasiswa, Rela Antar Buku ke Peminjam asal Tidak Dihilangkan

Hera Marylia Damayanti • Senin, 25 Desember 2023 | 16:46 WIB
PENGETAHUAN: Muhammad Romli membaca buku di Kafe Nirwana Jalan KH Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jumat (22/12). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
PENGETAHUAN: Muhammad Romli membaca buku di Kafe Nirwana Jalan KH Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jumat (22/12). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pengunjung Kafe Nirwana di Jalan KH Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, tidak terlalu banyak pada Jumat (22/12) malam. Hanya terdapat beberapa pemuda dan orang dewasa yang bersantai sambil menikmati minuman dan makanan yang sudah tersedia di meja masing-masing.

Kafe dua lantai itu menjadi tempat pertemuan koran ini dengan pemuda inspiratif. Yaitu, Muhammad Romli, Duta Baca IAIN Madura 2023. ”Mohon maaf telat, tadi masih ada kendala di jalan,” ucap mahasiswa semester lima itu.

Romli terpilih sebagai Duta Baca IAIN Madura 2023, Kamis (14/9). Dia bersaing dengan delapan mahasiswa lainnya yang juga lolos di seleksi tahap pertama. Salah syarat dalam pencarian bakat tersebut yaitu menyusun esai tentang inovasi dan program yang akan dilaksanakan apabila terpilih sebagai duta baca. Kemudian, juga diharuskan meresensi buku yang ada di IAIN Madura.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemuda 22 tahun itu ambil bagian dalam seleksi duta baca di kampusnya. Di antaranya, karena membaca merupakan suatu keharusan bagi kaum akademis dan intelektual, khususnya mahasiswa.

Sementara gagasan dan inovasi yang dicetuskan untuk meningkatkan budaya literasi, yaitu dengan melakukan sosialisasi sekaligus seminar yang bekerja sama dengan beberapa organisasi kemahasiswaan di kampus. Kemudian, melakukan kegiatan bedah buku dengan melibatkan para dosen IAIN Madura.

”Juga membuat website, agar literasi melalui media sosial juga berjalan,” ujar Romli.

Mahasiswa asal Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, itu telah membentuk komunitas membaca, meskipun anggotanya hanya teman-teman sekelas. Komunitas itu baru delapan bulan dibentuk. Namun, sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan.

Romli mengungkapkan, membentuk komunitas yang berorientasi pada literasi bukanlah hal yang mudah. Karena tidak semua teman di kelasnya suka membaca. Sehingga, dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran.

Salah satunya, dengan membuat daftar buku yang dimiliki di grup WhatsApp kelasnya. Tujuannya, untuk menawarkan peminjaman buku secara gratis. Lalu, mengantarkan langsung ke peminjamnya di mana pun berada. Dengan catatan, buku yang dipinjamkan tidak boleh dihilangkan.

”Langkah itu diambil demi meningkatkan budaya literasi teman-teman,” imbuhnya.

Kesadaran Romli tentang pentingnya membaca buku tumbuh sejak di bangku Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Ulum Bata-Bata. Bahan literasi yang dibaca bervariatif. Mulai dari buku filsafat hingga novel. ”Memang sudah tertarik pada buku tentang filsafat,” imbuhnya.

Mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Madura itu mengaku tidak memiliki target dalam membaca buku. Dalam seminggu, Romli bisa membaca dua sampai tiga karya buku hingga tuntas. ”Bahkan, sehari semalam bisa juga dia selesaikan,” imbuhnya.

Kecintaan Romli terhadap dunia literasi semakin menjadi-jadi saat dia duduk di bangku kuliah. Saat ini sudah terdapat ratusan buku yang dikoleksi. Mulai dari bahan literasi tentang hukum dan filsafat. ”Kalau buku tentang politik, ada, tetapi hanya beberapa,” imbuhnya.

Terdapat beberapa tokoh dalam disiplin ilmu hukum yang diidolakan Romli. Yaitu, Prof Jimly Asshiddiqie, guru besar fakultas Hukum Tata Negara yang sekaligus mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Kemudian, Prof Saldi Isra, guru besar Fakultas Hukum Universitas Andalas yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua MK. Sedangkan dalam disiplin ilmu filsafat, tokoh yang diidolakan yaitu Rene Descartes. Sebab, telah membawa kembali masa kejayaan filsafat setelah abad kedelapan.

Romli akan mulai menulis buku tentang hukum di 2024. Sehingga, ilmu dan pengetahuan yang selama ini didapat dari berbagai literatur bisa bermanfaat bagi orang lain. ”Mahasiswa tidak boleh lepas dari kegiatan membaca, karena itu sumber dari pengetahuan,” tukasnya. (ail/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#komunitas #Duta Baca #Tokoh #iain madura #pamekasan #mahasiswa #literasi #budaya literasi #buku #Muhammad Romli #membaca