PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kepala Puskesmas (Kapus) Teja Pamekasan Nur Rahma layak dicopot dari jabatannya. Hal itu karena dia tidak memiliki surat tanda registrasi (STR) dan surat izin praktik (SIP).
Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Pamekasan Ach Syaifurrahman membenarkan Kapus Teja memang belum memiliki STR dan SIP. ”Saat dipastikan, yang tidak memiliki STR dan SIP hanya Kapus Teja,” ujarnya.
Baca Juga: DPMD Pamekasan Aktif Kawal Penggunaan DD melalui Program Jaga Desa Bersama
Kapus Teja Pamekasan tidak memiliki STR dan SIP lantaran sebelum menjabat Kapus dia menduduki jabatan struktural. Namun saat terjadi perubahan regulasi, Kapus harus diduduki oleh jabatan fungsional. ”Kapus merupakan jabatan tambahan dari jabatan fungsional,” ujarnya.
Dua menjelaskan, seiring berjalannya waktu, terdapat regulasi baru yang mengatur tentang tenaga kesehatan.
Salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83/2019 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.
”Semua jabatan fungsional yang menjadi pelayan masyarakat harus memiliki izin. Baik STR maupun SIP. Ternyata Kapus Teja tidak memiliki semuanya,” ujarnya.
Oleh karena itu, tugas tambahan yang diberikan kepada Nur Rahma untuk menjadi Kapus Teja seharusnya ditarik. Pihaknya sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang hal tersebut.
”Jawabannya harus disesuaikan dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Jadi, Kapus Teja itu mesti diganti untuk disesuaikan dengan regulasi,” ujarnya.
Pencopotan Nur Rahma dari kursi Kapus Teja tersendat oleh regulasi lain. Sebab, kepala daerah Pamekasan saat ini dijabat oleh penjabat (Pj).
Dalam aturannya, Pj bupati tidak boleh memiliki kewenangan pemindahan, pengangkatan, dan pelantikan pejabat.
”Kecuali mendapat rekomendasi persetujuan teknis dari BKN. Makanya kami akan bersurat pada BKN agar mendapatkan rekom tersebut untuk mengganti Kapus,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kapus Teja Pamekasan Nur Rahma tidak memberikan banyak keterangan tentang posisinya. Dia berdalih masih ada urusan keluarga.
Yakni, salah satu anggota keluarganya meninggal. ”Nanti saya kabari lebih lanjut,” ujarnya. (bai/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta