PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberadaan lumbung pangan sangat penting untuk menyimpan hasil tani. Namun, di Pamekasan hanya dua desa yang memiliki sarana tersebut. Yakni, Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo dan Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Karcito mengaku, saat ini lumbung pangan tidak ideal. Dengan itu, ke depan akan menambah secara bertahap.
Baca Juga: Rp 180 Juta untuk Bangun Lumbung Pangan
”Iya, tidak ideal. Tapi, bertahap kita usahakan untuk terus berkembang,” katanya.
Keterbatasan lumbung pangan tersebut karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh DKPP Pamekasan. Nolo menyampaikan, untuk tahun depan akan mengajukan pengadaan lumbung pangan di tiga lokasi.
Anggaran pengadaan lumbung pangan tahun ini berkisar Rp 300 juta. Masing-masing lokasi tersebut mendapatkan dana sebesar Rp 150 juta.
”Yang kami terima anggarannya hanya segitu. Mau bagaimana lagi,” ungkap Nolo.
Fungsi dari lumbung pangan itu sendiri untuk menyimpan hasil pertanian sementara. ”Pengadaan lumbung pangan di tiga lokasi itu juga melihat anggaran,” pungkasnya.
Seorang warga Kecamatan Pakong, Laili, 25, mengatakan, program tersebut harus melalui kajian terlebih dahulu. Jika tidak, khawatir peruntukannnya tidak maksimal.
”Program itu sangat baik, asalkan bisa dimanfaatkan dengan baik. Saya cuma khawatir, fasilitas yang dibangun pemerintah tidak dimanfaatkan dengan baik karena perencanaan yang kurang matang,” tuturnya. (ail/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta