PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2024 sudah dimulai. Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Pamekasan sudah menjadwal tahapan pembahasannya.
Anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pamekasan Syahrul Munir mengatakan, pembahasan APBD ditargetkan tuntas pada akhir bulan ini. Sebab, kata dia, satu bulan sebelum anggaran direalisasikan sudah harus selesai.
Baca Juga: Pemkab Bangkalan Terjunkan 25 Petugas Pajak untuk Dongkrak Pendapatan Asli Daerah
”Itu sudah terjadwal, baik pembahasan di komisi atau kapan paripurnanya. Yang jelas, kita akan kerja cepat,” ujarnya kepada JPRM melalui sambungan telepon Kamis (16/11).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengandalkan pembiayaan berbagai program pembangunan pada dana transfer dari pusat.
Sebab, kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) belum mampu membiayai secara keseluruhan program pembangunan yang sudah dicanangkan.
Dia menjelaskan, dana transfer yang diterima Kabupaten Pamekasan pada APBD 2024 sebanyak Rp 1,9 triliun. Tetapi, akan mengalami defisit karena dinilai tidak mencukupi terhadap biaya program yang dicanangkan.
”Anggaran yang kita butuhkan itu lebih dari Rp 2 triliun. Maka, solusinya kita harus bisa menutupi defitsit itu melalui pendapatan asli daerah dan sekaligus silpa tahun 2023,” tambah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pamekasan Syahrul Munir itu.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Halili belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya, proses penetapan APBD tahun 2024 belum selesai.
Baca Juga: Terbuka untuk Umum! SMKN 3 Pamekasan Gelar Job Fair
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu hanya menyampaikan, TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan akan bekerja secepat mungkin. Sehingga, proses pembahsan APBD 2024 ini sesuai dengan ketentuan.
”Saya belum bisa berkomentar banyak. Yang jelas, semuanya masih dalam proses. Kita punya waktu setengah bulan lagi harus tuntas,” pungkasnya. (di/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta