PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemprov Jatim di masa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak memiliki perhatian besar untuk kaum milenial.
Hal ini direpresentasikan melalui program prioritas dengan membangun East Java Super Corridor (EJSC).
EJSC ini berada di lima lokasi di Jatim. Di antaranya, Madiun, Bojonegoro, Malang, Jember, dan Pamekasan.
Pengelolaannya berada di bawah Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim IV (Bakorwil IV) Pamekasan.
Di Pamekasan sendiri, perkembangan EJSC cukup pesat karena program yang ada sangat relevan.
Tiga program itu meliputi servis poin konsultasi perizinan dan pelayanan (SPKPP), pemberdayaan masyarakat dalam bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan terakhir adalah millennial job center (MJC).
Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini menerangkan, dari ketiga program prioritas itu ada bidang-bidang tersendiri.
Untuk SPKPP lebih ke perizinan, dan bidang UMKM sendiri untuk memfasilitasi masyarakat yang punya usaha.
”Jadi melalui Bakorwil ini mereka kita fasilitasi untuk berkembang bersama. Mulai dari pembuatan logo, branding, kemasan, promosi, maupun marketing,” katanya.
Dia menambahkan, hingga saat ini sudah lebih 500 UMKM yang tersentuh.
Mereka terbantu karena pengembangannya baik dalam bidang promosi, dan jangkauan marketing-nya yang berbasis digital.
Untuk MJC lebih pada wilayah edukasi. Artinya, milenial yang ingin berkembang itu diberi pemahaman bahwa ada lini kerja yang bisa mereka masuki untuk dikembangkan.
Hal ini relevan dengan cita-cita pemerintah dalam menyambut Indonesia Emas.
Generasi milenial yang ingin berkembang itu diberikan pemahaman dan pengalaman kerja.
Sehingga, terbangun ekosistem yang mengarah pada ruang kerja kreatif bagi milenial. Mulai dari fotografi, wedding organizer, dan desain grafis.
”Dikemas working space. Dan, alhamdulillah ini sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.
Wadah yang dibangun melalui MJC ini mampu memberikan paradigma baru bagi generasi muda.
Dengan begitu, mereka tidak bergantung kepada orang lain dan bisa mengembangkan potensinya.
”Artinya, kita lebih menekankan agar potensi mereka bisa dikembangkan dengan cara yang kreatif. Alhamdulillah, dari mereka sudah ada yang jadi talent dan owner. Semoga ke depannya lebih produktif lagi,” tandasnya. (di/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia