PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan harus dievaluasi.
Sebab, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir masih sangat minim. Bahkan, berpotensi tidak memenuhi target, yaitu Rp 4,6 miliar.
Kekhawatiran tidak terpenuhinya PAD dari sektor parkir bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini realisasinya baru Rp 3,1 miliar.
Sedangkan sisa waktu yang dimiliki untuk memenuhi target yang diberikan tinggal 70 hari sebelum tutup tahun.
Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah menyatakan, hingga pertengahan Oktober ini capaian PAD dari parkir berlangganan Rp 3,1 miliar.
Itu artinya, minus Rp 1,3 miliar dari PAD yang harus dipenuhi. ”Belum mencapai 75 persen. Baru sekitar 60 persen,” ucapnya.
Pihaknya berjanji akan berusaha memenuhi target. ”Kami optimistis saja. Kan masih ada waktu sekitar dua bulan lebih,” tutur mantan kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian itu.
Menurut Ajib, ada beberapa lokasi parkir yang menjadi penyumbang PAD bagi pemerintah. Akan tetapi, sebagian besar berada di wilayah perkotaan.
Sedangkan tempat parkir yang biasa menjadi sumber pendapatan yaitu di Pasar 17 Agustus, Pasar Kolpajung, dan Pasar Sore Baru.
Kemudian, parkir pengunjung RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pasar Sekar Putih Gurem, Pasar Keppo, dan Pasar Waru.
Lalu, Pasar Palengaan, mal pelayanan publik, sentra Food Colony, dan sentra Sae Rassa.
”Penyumbang terbanyak untuk sementara adalah RSUD Smart. Kalau perinciannya, saya tidak hafal,” ujarnya.
Ketua DPRD Pamekasan Halili menyatakan, pemenuhan target PAD sangat penting. Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengalami defisit.
Sehingga, PAD mampu menutupi kekurangan anggaran di APBD yang defisit.
Oleh karena itu, Halili mendesak dishub melakukan evaluasi untuk bisa memenuhi target yang sudah disepakati dengan legislatif.
Sehingga, capaian PAD sektor parkir bisa membantu pendapatan daerah. ”Harus melakukan evaluasi, apa yang harus dilakukan untuk mencapai target itu,” pintanya. (di/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia