PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pada musim kemarau, air bersih sangat dibutuhkan. Salah satunya oleh warga Desa Potoan Daja, Kecamatan Palengaan. Anehnya, penyaluran air ke desa tersebut justru terhenti. Padahal, jadwal dropping air masih berakhir akhir bulan ini.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Potoan Daja Salahuddin Selasa (19/9). Menurut dia, pihaknya kelimpungan atas keluhan warganya. Dia mengatakan, jadwal pengiriman air untuk desanya masih ada. ”Sekarang jadwal desa kami, cuma belum ada pengiriman,” katanya Selasa (19/9).
Menurut Salahuddin, semula pengiriman air bersih dikirim PDAM dengan kapasitas dua tangki untuk satu desa. Kemudian, diganti badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dengan kapasitas satu desa satu tangki. ”Semenjak 1 September dari BPBD, tapi satu tangki per desa,” terangnya.
Pihaknya sudah berusaha menghubungi sopir yang mendistribusikan air bersih. Namun, jawaban yang didapatkan adalah pengiriman air bersih memang telah dihentikan satu pekan lalu. ”Padahal, jadwal pengiriman masih lama,” tambahnya.
Menurut Salahuddin, berdasarkan jadwal, pengiriman bantuan air bersih berakhir Sabtu (30/9). Artinya, masih kurang sebelas kali. Air itu diperuntukkan untuk dua dusun, yakni Dusun Bujudan dan Dusun Bungur yang saat ini sedang krisis air. ”Untuk Dusun Bujudan itu santri. Sedangkan di Dusun Bungur itu kebutuhan masyarakat sendiri. Ini yang paling parah,” ungkapnya.
Pria berkacamata itu menyampaikan, setelah tidak adanya pengiriman air, masyarakat mencari air sendiri. Sedangkan untuk santri memang diimbau untuk tidak mencuci baju. Cukup untuk mengambil wudu. ”Kami bingung jika pengiriman air ini berhenti, padahal kebutuhan warga mendesak,” terangnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Rusdiyadi menyampaikan dropping air sementara waktu tidak berjalan maksimal. Hal itu karena terkendala keterbatasan anggaran. ”Bukan diberhentikan, tetap berjalan. Cuma sedang trouble administrasi saja untuk sementara waktu,” katanya.
Menurut Rusdiyadi, pengiriman air memang sempat terkendala semenjak Sabtu (16/9). Dia mengeklaim pengiriman air tetap berjalan setiap hari. Namun, hanya untuk desa tertentu yang diprioritaskan. ”Kami tetap mengirim setiap hari, cuma desa yang emergency saja yang kami kirim,” terangnya.
Saat ini pihaknya sedang menyusun proposal permohonan anggaran kebencanaan untuk diajukan ke provinsi. Sebab, sejauh ini pihaknya masih menggunakan dana talangan. ”Kami sedang melakukan perpanjangan, karena memang sedang berjuang. Anggaran ada, tapi belum cair saja,” ungkapnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti