PAMEKASAN, RadarMadura.id – Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mengantongi cuan. Seperti yang dilakukan Homsiyah, pengusaha tas jali. Karena tekun merintis usaha tersebut, kini dia bisa mengantongi omzet belasan juta dalam sebulan. Artinya, meski menekuni usaha rumahan, jika ditekuni dengan sabar, pasti akan menuai hasil.
Usaha pembuatan tas jali dilakoni Homsiyah sejak 2021. Dia memanfaatkan teras rumah sebagai tempat produksi. ”Awalnya coba-coba dan belajar secara otodidak lewat YouTube selama tiga bulan. Setelahnya, praktik langsung membuat tas jali,” ucapnya.
Perempuan 31 tahun itu menerangkan, pertama membuat tas jali berukuran kecil. Karyanya lalu ditawarkan ke tetangga dan teman terdekat melalui WhatsApp. ”Alhamdulillah banyak yang memesan. Kayaknya mereka suka karya saya karena bagus,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) saat ditemui di rumahnya di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan.
Istri dari Moh. Zaini itu memaparkan, saat ini produk buatannya dipasarkan melalui media sosial (medsos). ”Saya memanfaatkan medsos karena cakupan pemasarannya lebih luas. Buktinya, customer saya ada yang berasal dari Probolinggo, Malang, dan ada yang dari Malaysia,” ujarnya.
Alumnus UIM Pamekasan itu memaparkan, harga tas jali buatannya bervariasi. Bergantung ukuran dan bahan yang digunakan. ”Paling murah tas berukuran kecil dibanderol seharga Rp 25.000. Sedangkan paling mahal seharga Rp 125.000,” tuturnya.
Berkat usahanya tersebut, meskipun usaha yang ditekuni sifatnya usaha rumahan, omzet yang diperoleh lumayan menjanjikan. Terutama pada momen Maulid Nabi dan Hari Raya Idul Fitri. ”Rata-rata omzet yang saya peroleh selama sebulan Rp 18 juta,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti