PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan tahun ini berencana membeli alat pendeteksi banjir. Namun, rencana itu batal lantaran anggaran dipangkas.
Kabid Pengembangan Sistem Informasi Drainase PUPR Pamekasan Ibnu Hajar mengatakan, anggaran alat pendeteksi banjir diajukan Rp 197 juta. Namun, rencana itu gagal karena anggaran tidak tersedia.
Rencananya, alat tersebut akan ditempatkan di Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Sebab, dam di desa tersebut kerap kelebihan volume air sehingga menyebabkan banjir. Akibat anggaran tidak tersedia, pengamatan dilakukan secara manual. ”Tidak tahu alasan refocusing itu apa, yang jelas tahun ini tidak ada pengadaan,” katanya.
Ketua DPRD Pamekasan Halili mengatakan, anggaran tersebut bukan terkena refocusing, melainkan terdampak relaksasi. Sebab, berdasarkan aturan dari pemerintah pusat, anggaran diprioritaskan untuk lima kegiatan.
Jika alat tersebut sangat dibutuhkan, instansi terkait diminta mengajukan kembali tahun depan. Harapannya, jika anggaran tersedia, pengadaan alat tersebut bisa direalisasikan. ”Silakan ajukan kembali,” tandasnya. (ay/pen)
Editor : Berta SL Danafia