PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sepeda ontel warna cokelat itu berjejer rapi dengan bendera Merah Putih di antara dua gagang setir. Sepeda-sepeda itu dijaga belasan pria lanjut usia (lansia) dengan pakaian cokelat. Sekilas pakaian tersebut merupakan pakaian para pejuang kemerdekaan.
Mereka merupakan anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pamekasan. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Indonesia, mereka berkumpul di kawasan Arek Lancor Kamis (17/8). ”Dengan sepeda ini, kami ingin mengenang sejarah perjuangan pahlawan sebelum Indonesia ini merdeka,” kata Ketua Kosti Pamekasan Ponco Hadi.
Dia menyampaikan, anggota Kosti berkumpul bukan karena suatu event, melainkan untuk memperingati para syuhada. Sepeda ontel yang dia kenakan memiliki nilai historis yang mendalam. Sebab, pada saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, armada ini diyakini menjadi salah satu alat transportasi yang digunakan oleh para pahlawan. ”Kami ingin mengenangnya dengan tetap melestarikan sepeda tersebut,” tambanya.
Dari sepeda ontel dan pakaian layaknya pahlawan itu, Kosti ingin memberikan refleksi kepada masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. Memperingati hari kemerdekaan tidak cukup dengan mengibarkan bendera. ”Tapi, juga melihat pahlawan yang berjuang di belakangnya. Kami berutang kepada mereka. Maka, kami ingin menunjukkan terima kasih,” pungkasnya. (ay/luq)
Editor : Berta SL Danafia