PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan pesimistis mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) destinasi wisata. Salah satu faktornya, anggaran untuk kegiatan fisik sangat terbatas. Terlebih, target yang dicanangkan relatif tinggi.
Kabid Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahri mengatakan, destinasi wisata yang dikelola pemerintah ada tiga. Yakni, wisata Pantai Talang Siring, Pantai Jumiang, dan Ekowisata Mangrove, Lembung.
”Selain itu, 23 destinasi wisata lainnya dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) dan perorangan,” katanya Minggu (6/8).
Zahri menerangkan, tahun ini target PAD destinasi wisata yang dikelola pemkab Rp 700 juta. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, target PAD tahun ini jauh lebih tinggi.
”Tahun lalu target PAD wisata Rp 90 juta. Yang tercapai hanya 32 persen, yakni Rp 34 juta,” ujarnya.
Tidak tercapainya PAD sektor wisata tahun sebelumnya karena beberapa faktor. Di antaranya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga belum banyak aktivitas warga di destinasi wisata. ”Untuk membenahi fasilitas dan membuat event terkendala minimnya anggaran,” ujarnya.
Menurut dia, institusinya tidak tahu-menahu alasan dinaikkannya target PAD. Padahal, tahun sebelumnya hanya tercapai 32 persen. ”Kemungkinan tahun ini tidak akan tercapai,” ucapnya.
Untuk mencapai target PAD sangat tidak mungkin. Sebab, pemkab tidak mengimbanginya dengan anggaran fisik yang mencukupi. Bahkan, anggaran fisik untuk pengelolaan destinasi tahun ini dikurangi.
”Di tahun sebelumnya, anggaran fisik pengelolaan wisata Rp 25 juta. Sementara tahun ini dikurangi menjadi Rp 11 juta,” ujarnya.
Untuk mengembangkan destinasi wisata dan meningkatkan PAD destinasi wisata tidak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah. Pihaknya saat ini mengupayakan untuk mengajukan bantuan dana alokasi khusus (DAK).
”Tapi, persyaratannya mesti memiliki syarat utama untuk mendapatkannya, yakni rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten (Ripparkab). Mudah-mudahan segera disahkan Ripparkab itu,” harapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi mengatakan, seharusnya dinas terkait pandai berinovasi untuk meningkatkan pengunjung destinasi wisata. Meski anggaran yang diberikan pemkab minim, hendaknya dapat dimaksimalkan dengan baik.
”Mesti lebih serius mengelolanya. Sebab, itu untuk kesejahteraan daerah juga ke depan,” tuturnya. (bai/han)
Editor : Berta SL Danafia