PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rumah Sakit Umum (RSU) Moh. Noer akan memiliki gedung baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggerojok rumah sakit paru itu dengan anggaran ratusan miliar. Program fisik itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Nono Ifantono selaku direktur RSUD Moh. Noer menyampaikan, pembangunan rumah sakit secara umum bertujuan memaksimalkan pelayanan. Karena itu, jangan muncul anggapan bahwa ini sebagai bentuk persaingan.
”Tapi, berkompetisi untuk sama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pamekasan dan sekitarnya,” kata Nono kepada JPRM Selasa (25/7). Rumah sakit itu dibangun di pusat Kota Pamekasan. Tepatnya di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan.
Rencana pembangunan rumah sakit baru itu sudah lama. Bahkan, dipresentasikan kepada pemerintah dan masyarakat pada 2019. Rencana pembangunan tersebut disambut positif. Bahkan, mendapat support luar biasa. ”Secara umum, konsep pembangunannya sudah diketahui oleh masyarakat Pamekasan, terutama pemerintah,” ujarnya.
Nono memaparkan, tahun ini anggaran yang dialokasikan Pemprov Jatim sangat besar. Lebih kurang Rp 111 miliar untuk infrastruktur dasar. Tidak secara keseluruhan terkaver anggaran itu.
Tambahan anggaran yang dibutuhkan sampai pembangunan itu tuntas minimal Rp 300 miliar lebih. Anggaran tersebut hanya untuk membangun gedung mulai dari lantai 2 sampai lantai 5. Tidak termasuk alat kesehatan (alkes) dan fasilitas pendukung lain.
”Tapi, kami belum tahu, apakah tahun depan akan dianggarkan kembali. Mengingat, sekarang sudah masuk pada tahun politik,” ujarnya.
Jika tahun anggaran 2024 disiapkan lagi dananya, dimungkinkan 2025 rumah sakit tersebut bisa dioperasikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jika tidak, harus menunggu 2026,” ujarnya.
Pembangunan yang berlangsung saat ini adalah bangunan dasar. Dimulai Mei lalu hingga Desember. ”Insyaallah untuk awal-awal bisa selesai dan selanjunya menunggu pengembangannya,” tambahnya.
Dia berjanji, dengan adanya gedung baru itu, RSU Moh. Noer akan lebih memaksimalkan serapan tenaga kerja lokal. Terutama untuk wilayah Pamekasan. ”Syukur-syukur bisa menjangkau luar Pamekasan seperti Sumenep atau Sampang, baik untuk tenaga medis maupun nonmedis,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dia yakin dengan dibangun rumah sakit baru ini akan memberi manfaat besar. Terutama dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat Pamekasan terhadap akses kesehatan yang lebih baik dan sempurna.
”Hanya, yang paling kami harapkan dengan sangat adalah jika memungkinkan, serapan tenaga kerja lokal di rumah sakit paru atau RSU Moh. Noer ini benar-benar dimaksimalkan,” pintanya.
Abdul Mukit, 36, warga Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, mengaku senang mendengar informasi pembangunan RSU Moh. Noer. Hal itu jadi bukti bahwa Pemprov Jatim berupaya agar akses kesehatan merata. Dengan demikian, masyarakat akan sangat terbantu.
”Saya baru dengar. Tapi, catatan saya kalau itu memang benar, berarti sangat positif. Saya pribadi sangat mendukung,” ucapnya.
Dia berharap, RSU Moh. Noer bisa membantu semua kebutuhan terkait kesehatan masyarakat. Semua fasilitas yang dibiayai negara adalah milik masyarakat. ”Karena ini lokasinya di Pamekasan, saya rasa ini juga menjadi milik warga Pamekasan,” tandasnya. (di/luq)
Editor : Dafir.