Sulis mengendarai Mitsubishi Pajero Sport L 1320 NM dari arah utara ke selatan. Menurut warga sekitar, kendaraan itu melaju kencang. Namun, sampai di tempat kejadian perkara (TKP) oleng. Kemudian, menabrak median jalan dan pot bunga. Lalu, terpental ke sisi sebelah kanan hingga terguling.
Kanitlaka Satlantas Polres Pamekasan Bambang Budiyanto menceritakan, Sulis tidak bisa mengendalikan mobil yang dikemudikan, sehingga menabrak pot dan pembatas jalan. ”Mobilnya itu sempat zig-zag. Kemungkinan pengendara dalam keadaan ngantuk dan lengah,” kata Bambang.
Akibat kecelakaan itu, Sulis meninggal di lokasi kejadian. Jenazah dievakuasi ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo. ”Meninggal di tempat,” ucapnya.
Pamong Desa Bulay, Kecamatan Galis, Suli menuturkan, korban hendak menemui teman di desa lain. Namun, Suli tidak tahun di daerah mana.
Suli mengungkapkan, perempuan 36 tahun itu hidup bersama dua anak serta kedua orang tuanya setelah bercerai. ”Sudah lama cerai. Lain-lain mungkin bisa ditanyakan langsung nanti kepada pihak keluarga,” lanjut dia.
Suli menambahkan, sebenarnya korban tidak mengalami luka berat. Luka fisik yang dialami hanya pada bagian pelipis kiri, pipi kanan, dan lebam. Jenazah Sulis tiba di rumah duka pukul 11.00 untuk dikebumikan.
”Tadi pihak keluarga sempat membuka kain kafannya, itu dalam keadaan bersih. Lukanya sedikit,” ungkap Suli.
Laka lantas di Jalan Raya Panglegur bukan kali ini saja. Bahkan, beberapa kendaraan oleng dan menabrak median jalan dan pot bunga. Terutama kendaraan yang melaju dari arah selatan. Sebab, beberapa titik jalan bergelombang.
Pada 1 Juni 2021, Fauzi, warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, pernah mengalami kecelakaan di jalan itu. Truk AE 9458 UN yang disopiri oleng, terabas median jalan, dan menghantam diler sepeda motor di sebelah timur. (di/luq) Editor : Abdul Basri