Empat dosen itu Muhammad Taufiq, Ph.D. dan Dr. Moh. Afandi, M.H.I. selaku dosen di Fakultas Syariah. Kemudian, Dr. Hj. Umi Supraptiningsih, dosen yang sekaligus wakil dekan (Wadek) 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Ebis). Selanjutnya, Masyithah Mardhatillah, M. Hum, dosen di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Faud).
Tak hanya itu, dua petinggi IAIN Madura juga menjadi pembahas dalam ajang bergengsi tersebut. Yaitu, Rektor IAIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd. dan Dr. H. Maimun, M.H.I. selaku wakil rektor (Warek) 1. ”Kami selaku pembahas bertugas memberikan komentar terhadap naskah-naskah yang dipresentasikan oleh para panelis, terutama empat dosen ini,” jelas Maimun.
AICIS ini kegiatan rutin tahunan Kementerian Agama (Kemenag) RI yang melibatkan seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia di bawah naungan Kemenag. Kegiatan AICIS 2023 ini memasuki agenda ke-22 dan diselenggarakan di UIN Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya yang ditunjuk sebagai panitia utama.
”Kami sebenarnya juga masuk di panitia karena jurnal kami Al-Ihkam juga masuk bagian yang menyeleksi jurnal-jurnal yang masuk di kegiatan AICIS,” sambungnya.
Menurut Maimun, ajang itu memberikan kesempatan kepada para peneliti, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum agar menyampaikan karya dalam bentuk tulisan untuk dipresentasikan. Setiap tahun biasanya tiap perguruan tinggi mengirimkan naskah-naskah terbaik untuk dipresentasikan di ajang tersebut. ”Alhamdulillah di IAIN Madura ada empat orang yang lolos,” ucapnya.
AICIS 2023 digelar kemarin (2/5) hingga Jumat (5/5). Pembukaan dilaksanakan kemarin malam yang diikuti oleh ribuan peserta dari empat benua yang setiap tahun berbeda. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan paralel riset yang dimulai hari ini (3/5) hingga Jumat (5/5).
Mantan dekan Fakultas Syariah IAIN Madura tersebut berharap lebih banyak lagi naskah ilmiah atau artikel dosen yang diterima. Sebab, forum itu sudah tingkat internasional yang memberikan kontribusi lebih terhadap perguruan tinggi yang mendelegasikan orang-orang terbaiknya untuk kepentingan internal. Terutama untuk kepentingan akreditasi prodi di IAIN Madura.
”Mudah-mudahan acara AICIS ini terus berjalan tanpa hambatan. Dengan demikian, pelaksanaannya tidak tersendat, terutama terkait aspek eksternal, seperti halnya aspek politik dan sebagainya. Kami bersyukur sekali Kemenag bisa istiqamah menyelenggarakan acara hebat ini,” ucapnya.
Rektor IAIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd. menyambut baik kabar lolosnya empat dosen IAIN Madura. Sebab, hal itu menjadi salah satu kegiatan yang sangat berpengaruh untuk proses peralihan dari IAIN menuju UIN. ”Karena untuk menuju UIN itu juga perlu persyaratan administratif yang salah satunya adalah keterlibatan IAIN Madura dengan kajian-kajian internasional,” tuturnya.
Menurut dia, dengan hadirnya para dosen, rektor, dan Warek 1 selaku pembahas secara langsung memberikan kontribusi pemenuhan syarat-syarat administratif meskipun saat ini syarat tersebut terlampaui. ”Amunisi baru untuk meneguhkan IAIN menuju UIN. Tentunya menjadi pacuan semangat kita menuju UIN,” tandasnya. (ail/luq) Editor : Abdul Basri