MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura – Azan Subuh sudah berkumandang saat truk bermuatan galvanis melewati Jalan Raya Tamberu, Pamekasan, kemarin (26/12). Warga juga sudah memadati Masjid Baiturrahman As-Sofyan di Desa Tamberu Alet, Kecamatan Batumarmar, itu. Dari barat, kendaraan muatan berat itu melaju dengan kecepatan sedang.
Di jalan raya depan masjid itu terdapat lubang menganga berdiameter sekitar 1 sentimeter. Lubang tersebut disebabkan gerusan air laut karena cuaca sedang ganas pukul 22.00 Minggu (25/12). Tangkis laut tidak mampu menghalau terjangan ombak. Akibatnya, air laut naik ke daratan.
”Bruaaaakkkk, tiba-tiba terdengar suara seperti reruntuhan disertai teriakan warga. Ternyata, ada satu truk yang terperosok ke jalan berlubang tersebut,” tutur Abdullah, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.
Sontak, jemaah Subuh di Masjid Baiturrahman As-Sofyan bergegas menuju tempat kejadian. Mereka berbondong-bondong membantu sopir dan kernet yang terjebak di dalam truk bernopol W 9678 U itu. Kendaraan tersebut dikemudikan Ipung Fredianto, 31, warga Lambangan Wono Ayu, Kabupaten Sidoarjo. Dalam perjalanan, dia didampingi Wisnu Ari Sumohito, 32, warga Bancangan, Gang Baru, Magersari, Kota Mojokerto, yang bertugas sebagai kernet.
Abdullah mengungkapkan, warga sudah memasang bangku sekitar 10 meter dari lubang tersebut sebagai tanda agar penggguna jalan waspada. Mereka juga bergantian berjaga di lokasi sembari mengarahkan pengendara. Khawatir ada kendaraan yang tak melihat lubang itu.
”Posisi kemarin malam itu memang angin kencang. Kemudian, ditambah gerimis. Namun, sekitar pukul 02.00 warga pulang,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Menurut Abdullah, lubang akibat abrasi itu pernah diperbaiki pada 2021. Namun, kembali mengalami hal yang sama tahun ini. ”Saya tidak paham apakah memang strukturnya yang kurang kuat atau seperti apa,” tuturnya.
Abdullah dan warga lain berharap pemerintah bisa membangun jalan dengan struktur yang kuat agar tak mudah jebol. Apalagi, tangkis laut di sekitar lokasi juga tak maksimal untuk menahan keganasan ombak.
Wisnu Ari Sumohito menuturkan, muatan galvanis akan dikirim ke Kecamatan Ambunten, Sumenep, dari Kecamatan Krian, Sidoarjo. Pengiriman melewati jalur pantura bukan kali pertama. Sopir sudah paham dengan medan yang dilalui.
”Jalannya memang agak menurun kan kalau dari arah barat. Kemudian, tanda bahaya yang ada di sekitar lokasi terlalu mepet dengan lubang, sekitar 10 meter. Kami tidak bisa ngerem secara dadakan. Apalagi, dengan muatan yang cukup berat,” tuturnya.
Menurut Wisnu, sopir sengaja memilih tidak banting setir ke kanan. Sebab, beberapa warga berada di area Masjid Baiturrahman As-Sofyan saat itu. ”Sehingga daripada memakan korban, akhirnya terjadilah musibah tersebut,” sambungnya. Kecelakan itu mengakibatkan Wisnu dan rekannya luka lecet kedua kaki. Proses evakuasi pun butuh berjam-jam.
Kapolsek Tamberu AKP Safril Selfianto menjelaskan, truk bermuatan berat itu terperosok ke lubang yang awalnya memang tak terlalu besar. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam lebih.
Petugas dibantu masyarakat menyelamatkan korban yang terjepit dalam badan truk. Kerugian diperkirakan ditaksir Rp 30 juta. ”Mereka juga mengalami luka ringan pada bagian kaki,” katanya.
Beberapa jam setelah evakuasi korban, barang muatan dipindah ke armada pengganti. Lokasi kejadian juga akan diberi tanda bahaya agar tidak ada korban lain.
Paito, 43, sopir asal Pasongsongan, Sumenep, menuturkan, kerusakan jalan raya di Desa Tamberu Alet, itu terjadi karena diterjang ombak. Kerusakan tanah lantaran penambangan pasir liar. ”Kejadian seperti ini hampir tiap tahun terjadi. Pemerintah harus menertibkan tambang pasir liar itu agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi,” ucapnya.
Candra selaku PPK preservasi jalan dan jembatan Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep mengatakan, kerusakan lapisan bawah jalan raya itu terjadi lantaran bencana alam. Sebab, lokasinya berada di bibir pantai dan sering diterjang ombak. Hantaman ombak yang besar secara terus-menerus mengakibatkan jalan berlubang. ”Itu murni karena bencana alam,” katanya.
Meski demikian, pihaknya bergerak cepat untuk melakukan perbaikan. Beberapa alat berat sudah dikim ke lokasi beserta material yang dibutuhkan untuk perbaikan. ”Itu langsung diperbaiki,” ujarnya. (*/bam/luq) Editor : Abdul Basri