Prosesi yang menandai selesainya pembelajaran bagi mahasiswa IAIN Madura itu dibagi dua tahap. Sebanyak 381 mahasiswa dari fakultas tarbiyah dan pascasarjana dikukuhkan kemarin (24/8). Sedangkan 351 mahasiswa lain dijadwalkan mengikuti wisuda hari ini (25/8).
Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Ag. menyampaikan, lulusan harus bisa menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan alumnus kampus Islam negeri tersebut bisa menjadi ladang manfaat bagi keluarga, teman, dan seluruh masyarakat.
Dia meyakini dalam menyelesaikan proses akademik tidak mudah. Sudah sepatutnya ada rasa syukur dalam nikmat yang telah diberikan. ”Semua capaian Saudara sekalian adalah hasil dari jerih payah, doa, dan dorongan dari kelurga atau teman dekat,” katanya.
Saiful Hadi berpesan kepada seluruh wisudawan agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Begitu juga dengan almamater IAIN Madura yang harus tetap dijaga dengan baik. ”Selebihnya, kebaikan yang ditanamkan oleh perguruan tinggi harus bisa diterapkan,” ujarnya.
Mahasiswa IAIN Madura harus mampu memperbaiki pengetahuan dan melakukan inovasi untuk menjawab permasalahan-permasalahan di masyarakat. Kemudian, turut berkontribusi dalam merespons permasalahan bangsa. Terutama dalam masalah keagamaan.
IAIN Madura, kata Saiful Hadi, memiliki target dan transformasi yang jelas dalam meningkatkan mutu pendidikan. Baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia (SDM). Penguatan budaya ilmiah yang unggul menjadi fondasi dari seluruh kegiatan.
IAIN Madura bisa mencapai titik ini tak terlepas dari peran pimpinan sebelumnya. Karena itu, Saiful Hadi berkomitmen untuk melanjutkan keberhasilan ini. ”Kita lanjutkan secara signifikan. Khususnya transformasi menjadi UIN Madura,” tegasnya optimistis. (afg/luq) Editor : Abdul Basri