Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kejayaan Tiga Bioskop Dimulai sejak 1950

Abdul Basri • Minggu, 5 Juni 2022 | 22:33 WIB
TETAP KOKOH: Pengendara motor melintas di depan Gedung Bioskop Irama, Jalan Panglima Sudirman, Pamekasan, kemarin. (MOH. BUSRI/RadarMadura.id)
TETAP KOKOH: Pengendara motor melintas di depan Gedung Bioskop Irama, Jalan Panglima Sudirman, Pamekasan, kemarin. (MOH. BUSRI/RadarMadura.id)
PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kabupaten Pamekasan pernah memiliki tiga bioskop yang cukup besar dan terkenal di masanya. Bahkan, jarak lokasi ketiga bioskop tersebut berdekatan. Tepatnya di area Kecamatan/Kabupaten Pamekasan.

Perinciannya, Bioskop Jaya di Jalan Trunojoyo dan Bioskop Irama di Jalan Panglima Sudirman. Bangunan kedua bioskop tersebut masih kokoh berdiri sampai sekarang. Terakhir, Bioskop Maduratna di Jalan Diponegoro. Bedanya, bangunannya sudah tidak ada karena diganti bangunan baru berupa kios pasar.

Budayawan Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirdjo mengatakan, ketiga bioskop tersebut sempat berjaya di era 1950-an hingga 1960-an. Saat itu, pengunjung ramai saat Lebaran. Tepatnya pada sore hari. ”Pengunjung yang datang tidak hanya dari Pamekasan. Tapi, juga dari luar kabupaten,” ucapnya kemarin (4/6).

Menurut dia, pemilik bioskop tersebut adalah pengusaha-pengusaha besar. Pemilik Bioskop Maduratna adalah Wachidin, pemilik Bioskop Jaya adalah Kho Bing Hing, dan pemilik Bioskop Irama adalah Umar Bauzir. ”Paling besar di antara ketiganya yaitu Bioskop Irama,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Dadang itu juga menyebutkan, Bioskop Irama pernah dinobatkan sebagai bioskop terbaik se-Jawa Timur. Namun, berdiri Bioskop Istana di Tulungagung. “Akhirnya, peringkat Bioskop Irama turun ke posisi kedua,” tegasnya.

Bangunan besar Bioskop Irama saat itu tidak hanya difungsikan sebagai tempat menonton film. Akan tetapi, juga dimanfaatkan untuk tempat resepsi pernikahan dan pertemuan alias rapat mewah. ”Kebetulan, resepsi pernikahan saya juga berlangsung di Gedung Bioskop Irama,” ujarnya.

Sistem penayangan film pada bioskop dibagi menjadi dua sesuai kriteria umur. Pertama, untuk anak berusia 13–16 tahun dengan film genre anak-anak. Selanjutnya, pengunjung berusia 17 tahun ke atas dengan genre film dewasa. ”Saat itu yang laris film India,” jelasnya.

Setelah memasuki awal 2000-an, ketiga bioskop tersebut jarang beroperasi. Pada akhirnya ditutup sampai saat ini. ”Karena jumlah penonton sudah tidak memenuhi target, akhirnya semua bioskop ditutup,” pungkasnya. (bus/yan) Editor : Abdul Basri
#bioskop #pamekasan #gedung #Bioskop Jaya