PAMEKASAN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Kemarin (30/3) tujuh belas orang menjalani rapid test di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Mereka terdiri atas dokter, perawat, dan cleaning service RSUD yang berkontak langsung dengan bocah 11 tahun positif terjangkit Covid-19. Orang tua korban juga diperiksa. Selain itu, mereka dikarantina sejak 20 Maret hingga 3 April.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, bocah 11 tahun itu dimandikan di RSUD dengan prosedur penanganan pasien PDP Covid-19. Kemudian, jenazah dikuburkan di Kecamatan Larangan.
Penguburan dilaksanakan seperti jenazah biasa yang tidak terjangkit Covid-19. ”Pemakamannya normal. Jenazah dimandikan di rumah sakit dan pemakamannya dilakukan masyarakat,” ungkap Budi Cahyono, supervisor Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
Budi bersama teman-teman relawan juga mendatangi rumah duka. ”Ketika sampai di rumahnya, ternyata jenazah sudah dibawa ke makam dan sampai di makam sudah selesai, tinggal doa. Masyarakat banyak di sana,” paparnya.
Empat hari setelah meninggal, Selasa (24/3), hasil swab pasien dalam pengawasan (PDP) tersebut dinyatakan negatif. Hasil tes itu dikeluarkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Bukan Balitbangkes Surabaya seperti yang diberitakan sebelumnya.
Lima hari setelahnya atau Minggu sore (29/3), keluar hasil tes baru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Pasien PDP tersebut ternyata positif Covid-19.
”Tenaga kesehatan yang berkontak langsung dengan pasien itu sudah di-rapid test hari ini (kemarin, Red). Termasuk cleaning service. Orang tua pasien yang juga perawat di RSUD,” kata Direktur RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dokter Farid Anwar.
Kalau nanti negatif, kata Farid, berarti mereka tidak terpapar. Hingga hari ini, mereka diisolasi mandiri di rumah masing-masing. ”Sampai hari ini (kemarin, Red), juga tidak ada indikasi dan kalau ada keluhan segera kami periksa,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Satgas Covid-19 Totok Hartono mengutarakan, untuk menghindari kemungkinan berbeda hasil laboratorium swab BBTKLPP Surabaya dan Balitbangkes Jakarta, selanjutnya hasil tes swab pasien PDP dilakukan satu pintu. Yakni, diumumkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
”Sepenuhnya kami akan tunggu dari Kemenkes melalui satgas atau peta sebaran di provinsi dan daerah nanti bisa melihat dari sana. Yang berhak mengumumkan confirm positif itu Kemenkes melalui provinsi,” jelas Totok.
Menurut dia, alurnya tetap melalui BBTKLPP Surabaya kemudian ke Balitbangkes Jakarta. Dua lembaga tersebut berada di bawah naungan Kemenkes atau satu jalur. Yang pasti, tegas Totok, pengumuman positif akan satu pintu dari Kemenkes ke Provinsi Jawa Timur.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Achmad Marsuki menuturkan bahwa tim satgas masih menggelar rapat hasil rapid test 17 orang yang berkontak langsung dengan pasien positif hingga kemarin siang. Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinkes Pamekasan itu belum menyimpulkan kepastian.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, rapid test kepada orang yang berkontak langsung itu merupakan langkah sigap pemkab untuk memutus mata rantai Covid-19. ”Ini langkah-langkah setelah pasien PDP dinyatakan positif,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya akan mendeteksi dan menyampaikan informasi tersebut ke daerah asal pasien positif Covid-19. ”Kami akan bekerja lebih masif lagi dan keputusan provinsi hari ini (kemarin) setiap orang atau kendaraan yang masuk Madura akan disemprot disinfektan,” jelas Baddrut.
Kemudian, tim satgas bakal melakukan pemantauan secara intens di terminal-terminal di Pamekasan. ”Pemkab akan lebih masif melakukan pencegahan kemungkinan persebaran Covid-19,” tambahnya.
Mantan anggota DPRD Jawa Timur itu mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga pola hidup sehat, menjaga jarak, dan sering-sering mencuci tangan. Selain itu, menghindari kerumunan.
Di tempat terpisah, Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Bangkalan mulai ketar-ketir setelah kabar pasien PDP di Pamekasan dinyatakan positif Covid-19. Kasusnya tidak jauh berbeda dengan pasien PDP di Bangkalan. Saat pasien masih hidup, hasil swab pertama negatif.
Pasien PDP yang berasal dari Klampis itu sudah meninggal. Hasil swab pertama negatif. Kini, tinggal menunggu hasil swab kedua.
Juru Bicara Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 dokter Catur Budi Keswardiono mengutarakan, hasil swab kedua untuk pasien PDP yang kini meninggal belum keluar. ”Kami mulai cemas juga. Takutnya seperti di Pamekasan. Pertama dinyatakan negatif, terus hasil kedua positif. Semoga tidak begitu di Bangkalan,” harapnya kemarin.
Menurut Catur, media swab itu sudah dikirim ke BBTKLPP Surabaya sejak Kamis (26/3). Namun, kepastiannya, apakah positif atau negatif, belum bisa diketahui. Sebab, pihaknya juga menunggu hasilnya. ”Intinya, kami berharap keluar negatif hasilnya,” ucapnya. (ky)
Editor : Abdul Basri