Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Naik Haji dan Buka Lapangan Kerja

Abdul Basri • Sabtu, 27 Juli 2019 | 21:46 WIB
Naik Haji dan Buka Lapangan Kerja
Naik Haji dan Buka Lapangan Kerja

PAMEKASAN – Koran Jawa Pos membawa berkah bagi AM Yulianto. Pria yang menjabat kepala Diskop dan UM Pamekasan itu membiayai kuliah tiga anak dan naik haji dari hasil jualan koran.


AM. Yulianto atau yang biasa disapa Pak Jon merupakan agen koran Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Dia menjadi agen koran sejak 1980 dengan nama Yulianto seperti namanya. Kala itu, JPRM belum lahir sehingga yang dijajakan hanya Jawa Pos.


Pak Jon merupakan agen Jawa Pos ketiga di Madura. Dia membuka toko, menjual koran di Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan. Saat menjadi agen koran, statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Dia hanya staf biasa sehingga dinilai perlu penghasilan tambahan untuk menghidupi keluarga.


Berbagai inovasi dilakukan untuk melebarkan pasar koran cetak itu. Di antaranya, komunikasi dengan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika). Kemudian, mengedarkan koran ke puskesmas dan sekolah di tiap kecamatan.


Kegigihannya berbuah hasil. Pelanggan yang didapat sangat banyak. Setiap bulan Pak Jon menyetor uang pembelian koran ke Jawa Pos hingga puluhan juta. Kewajiban pembayaran itu dipenuhi di awal.


Karena itu, manajemen Jawa Pos memberikan penghargaan berupa pemotongan pembayaran. Potongan tersebut disimpan untuk memenuhi kebutuhan operasional agen.


Berkat menjadi agen, Pak Jon bisa menyekolahkan tiga anaknya hingga ke perguruan tinggi. Biaya pendidikan yang dikeluarkan murni dari hasil jualan koran itu. Kemudian, pada 2010, dia bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.


Statusnya di Pamkab Pamekasan sebagai staf. Tak ayal, banyak teman sejawatnya heran seorang staf bisa naik haji. ”Mau dapat dari mana biaya naik haji kalau bukan dari agen koran,” katanya ketika ditemui di kantor Diskop dan UM Pamekasan, Jalan Jokotole, Rabu (24/7).


Sampai saat ini, Pak Jon tetap konsisten menjadi agen koran. Padahal, jabatannya di pemerintahan cukup strategis. Sekarang pria berkumis itu menjabat kepala diskop dan UM. Sebelumnya, dia menjabat kepala dinas pemuda dan olahraga (dispora).


Hasil dari menjadi agen koran Pak Jon dikembangkan untuk menjalankan bisnis lain. Di antaranya, peternakan ayam, peternakan kamping, sapi, dan usaha lainnya. Dia juga membeli sejumlah becak untuk membuka lapangan pekerjaan. ”Kalau gaji langsung masuk kantong istri,” katanya, lalu tersenyum.


Pak Jon berkomitmen terus menekuni bisnis yang dijalani itu. Menjadi agen koran sangat banyak manfaatnya. Selain meningkatkan ekonomi, juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. ”Selamat hari ulang tahun ke-20. Semoga Jawa Pos Radar Madura jaya selalu,” tandasnya.


Editor : Abdul Basri
#radarmadura.id #jawa pos radar madura