PAMEKASAN – Masyarakat pantura semakin pesimistis Pelabuhan Pasean bisa beroperasi dan dikelola dengan baik oleh pemerintah. Sebab hingga kini tidak ada satu pun petugas di pelabuhan tersebut.
Muhammad Dani, 31, warga Kecamatan Pasean, Pamekasan, Minggu (13/8) menyampaikan, Pelabuhan Pasean seperti sudah mati karena tidak pernah difungsikan. Setiap hari tidak ada aktivitas di pelabuhan tersebut. ”Pelabuhan macam apa ini,” katanya.
Dia melanjutkan, bagaimana bisa Pelabuhan Pasean dikelola dan dikembangkan jika petugas tidak pernah ngantor. Dani mengaku, petugas pelabuhan hanya terlihat pada saat ada kapal tongkang yang mengangkut pasir dari Kalimantan. ”Satu bulan sekali petugasnya nongol,” ungkapnya.
Dani meminta pemerintah serius mengelola pelabuhan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut. Menurutnya, masyarakat Pasean kini sudah pesimistis dengan keberadaan pelabuhan. ”Masyarakat tak berharap banyak,” pungkasnya.
Dihubungi, Kepala Pelabuhan Pasean Hadi membenarkan jika kantor pelabuhan sering tak ditempati. Dia bersama dengan petugas yang lain baru datang ke Pelabuhan Pasean jika ada kapal yang ingin sandar. ”Kalau tidak ada kapal sandar, saya ngantor di Telaga Biru,” katanya.
Dia menyatakan, di Pelabuhan Pasean sudah disediakan satu petugas keamanan yang merupakan warga setempat. Satu orang itu yang akan menginformasikan jika terjadi sesuatu di Pelabuhan Pasean. ”Di Pelabuhan Pasean hanya kapal pasir dan kayu yang sandar. Itu satu bulan sekali,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri