Motor Bebek Honda Lawas Masih Diburu, Tapi Part Bodi Makin Langka

Fadila An Naila • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:39 WIB
Supra X 125 FI (X/@welovehonda)
Supra X 125 FI (X/@welovehonda)

RadarMadura.id - Motor bebek Honda lawas masih memiliki pasar tersendiri di tengah dominasi skuter matik. Bagi sebagian pemilik, mengembalikan motor tua ke kondisi mendekati standar pabrik menjadi cara mempertahankan nilai nostalgia sekaligus merawat kendaraan yang memiliki sejarah.

Honda menjadi salah satu merek yang banyak dipilih untuk proyek restorasi. Pilihan model yang beragam sejak beberapa dekade lalu membuat motor seperti C70, Win, Grand, Prima, Star, hingga Supra generasi awal masih kerap menjadi bahan restorasi.

Namun, tantangan utama bukan berada pada proses membongkar atau merakit kembali kendaraan. Perburuan suku cadang orisinal justru menjadi pekerjaan yang membutuhkan waktu dan kesabaran, terutama ketika pemilik menginginkan komponen yang benar-benar berasal dari pabrikan.

Aditya Tri Bagus dari Ducks Garage mengatakan, ketersediaan suku cadang menjadi kendala ketika konsumen menginginkan seluruh komponen menggunakan barang orisinal. Sebagian besar komponen untuk motor lawas sudah berstatus discontinue sehingga tidak lagi mudah ditemukan di pasaran.

Baca Juga: Pakai VinFast VF3 Setahun, Segini Biaya Listrik dan Pajak Tahunannya

"Kesulitannya paling di ketersediaan sparepart jika customer ingin semua original. Sulit karena rata-rata part-nya sudah discontinue," kata Aditya dikutip dari Kompas.com Kamis, 17 September 2026.

Kondisi tersebut paling terasa pada komponen bodi. Seiring bertambahnya usia kendaraan, sejumlah bagian seperti panel dan komponen eksterior menjadi semakin sulit ditemukan dalam kondisi yang sesuai dengan spesifikasi aslinya.

Aditya menjelaskan, sebenarnya masih ada sejumlah suku cadang yang bisa ditemukan. Hanya saja, pencariannya membutuhkan waktu lebih panjang karena ketersediaannya tidak sebanyak komponen untuk motor yang masih diproduksi.

"Sebenarnya ada saja (sparepart), hanya perlu waktu saja. Kendalanya, semakin tua motornya, semakin sulit carinya," ujarnya.

Berbeda dengan komponen bodi, sektor mesin relatif lebih mudah ditangani. Suku cadang untuk jeroan mesin Honda memiliki sejumlah persamaan atau substitusi antar-model sehingga pilihan komponennya masih lebih luas.

"Kalau untuk mesin aman sparepart-nya karena kalau Honda banyak substitusinya," kata Aditya.

Faktor persamaan komponen tersebut membuat pengerjaan mekanis pada motor bebek lawas relatif tidak menjadi hambatan terbesar. Bengkel masih memiliki lebih banyak alternatif ketika komponen mesin asli sulit diperoleh.

Tren restorasi juga tidak hanya berkutat pada motor Honda dari era 1970-an hingga 1990-an. Beberapa model yang lebih muda mulai ikut masuk daftar motor yang direstorasi karena usianya kini sudah cukup untuk dianggap sebagai kendaraan lawas.

Selain C70, Win, Grand, Prima, dan Star, permintaan restorasi mulai menyasar Honda Supra X, Supra X 125, Karisma, hingga Kirana. Pergeseran ini menunjukkan bahwa restorasi tidak selalu berarti menghidupkan kembali motor yang sangat tua, tetapi juga menjaga kondisi motor dari generasi yang mulai ditinggalkan pasar.

Bagi pemilik yang mengejar tampilan orisinal, perbedaan antara menggunakan komponen asli dan pengganti menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan. Semakin tua usia motor, semakin besar pula kemungkinan pemilik harus mencari komponen melalui jaringan bengkel, kolektor, maupun pasar suku cadang bekas.

Baca Juga: Freelander 8S Tembus 6.002 Mdpl di Tibet, Sabet Rekor Dunia Guinness

Kondisi itu membuat restorasi motor bebek Honda tidak sekadar persoalan mengecat ulang bodi atau memperbaiki mesin. Ketersediaan komponen asli menjadi faktor yang ikut menentukan seberapa dekat hasil akhir kendaraan dengan kondisi ketika pertama kali keluar dari diler. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
motor bebek Honda C70 Honda Supra X restorasi sparepart