Pakai VinFast VF3 Setahun, Segini Biaya Listrik dan Pajak Tahunannya

Fadila An Naila • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:35 WIB
VinFast VF3 (X/@AmitWorldPeace)
VinFast VF3 (X/@AmitWorldPeace)

RadarMadura.id - Biaya kepemilikan mobil listrik kerap menjadi salah satu pertimbangan konsumen karena pengeluaran untuk energi dan perawatan bisa berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin. Pengalaman Billy, pengguna VinFast VF3 tahun 2026 asal Tasikmalaya, Jawa Barat, menunjukkan pengeluaran tahunannya relatif terukur.

Pria berusia 36 tahun tersebut memilih VF3 untuk kebutuhan berkendara sehari-hari. Ia menyebut desain, kelincahan, jarak terendah ke tanah atau ground clearance yang tinggi, penggerak roda belakang (RWD), akselerasi responsif, serta radius putar sebagai sejumlah alasan memilih mobil listrik tersebut.

"Suka bentuknya, lincah, ground clearance tinggi, RWD, akselerasi responsif, serta punya radius putar yang sangat baik," kata Billy dikutip dari Kompas.com, Kamis 17 September 2026.

Dari sisi biaya energi, Billy lebih sering memanfaatkan fasilitas pengisian daya gratis di SPKLU V-GREEN. Namun, ia tetap melakukan pengisian daya di rumah ketika diperlukan.

"Charge di SPKLU V-GREEN gratis, jika sesekali charge di rumah seminggu full charge sekitar Rp20.000," ujar Billy.

Baca Juga: Freelander 8S Tembus 6.002 Mdpl di Tibet, Sabet Rekor Dunia Guinness

Jika pengisian penuh di rumah dilakukan satu kali dalam seminggu dengan biaya sekitar Rp20.000, kebutuhan listrik selama satu tahun dapat dihitung mencapai sekitar Rp1,04 juta. Perhitungannya berasal dari Rp20.000 dikalikan 52 minggu.

Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pola pengisian yang disampaikan Billy. Pengeluaran aktual bisa lebih rendah apabila sebagian besar kebutuhan pengisian daya dipenuhi melalui SPKLU V-GREEN yang disebutnya gratis.

Pengeluaran lain datang dari kewajiban tahunan kendaraan. Berdasarkan data yang digunakan dalam perhitungan tersebut, biaya yang perlu dibayarkan untuk VinFast VF3 berupa Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp143.000 per tahun.

Sementara itu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tidak dikenakan dalam skema yang menjadi dasar perhitungan tersebut. Dengan demikian, komponen pajak yang dihitung untuk kendaraan Billy hanya Rp143.000 per tahun.

Jika biaya listrik rumah sekitar Rp1,04 juta digabung dengan SWDKLLJ Rp143.000, pengeluaran yang tercatat mencapai sekitar Rp1,183 juta dalam setahun. Perhitungan ini belum memasukkan kemungkinan biaya pengisian lain, parkir, tol, asuransi, maupun pengeluaran operasional di luar data yang disampaikan.

Menariknya, biaya servis juga belum masuk dalam pengeluaran Billy selama menggunakan VF3. Ia mengaku belum mengeluarkan biaya untuk perawatan berkala mobil listrik tersebut.

Baca Juga: Motor Listrik OMOWAY OMO-X Mulai Rp46,9 Juta, Bawa Teknologi OMO-ROBOTl

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa besaran biaya kepemilikan VF3 sangat dipengaruhi pola penggunaan dan akses terhadap fasilitas pengisian gratis. Bagi pemilik yang lebih sering mengisi daya di rumah, biaya listrik akan menjadi komponen yang lebih dominan.

VinFast VF3 sendiri digunakan Billy karena karakter dimensinya dan penggerak roda belakang dinilai sesuai dengan kebutuhan mobilitas hariannya. Untuk biaya tahunan yang dihitung dari pengalaman tersebut, pengeluaran listrik sekitar Rp1,04 juta ditambah SWDKLLJ Rp143.000, sementara biaya servis belum tercatat. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
pajak Mobil Listrik Biaya Servis VinFast VF3 biaya listrik