RadarMadura.id - Honda kembali memperkuat lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui Honda ICON e:, skuter listrik yang menyasar kebutuhan mobilitas harian di kawasan perkotaan. Model ini menawarkan jarak tempuh hingga 53 kilometer dalam sekali pengisian, tetapi angka tersebut tetap perlu dibaca secara realistis karena kondisi jalan, bobot pengendara, kecepatan, dan pola penggunaan dapat memengaruhi jarak tempuh sebenarnya.
Honda ICON e: bukan sepenuhnya produk baru yang baru diperkenalkan pada 2026. Model tersebut telah diperkenalkan PT Astra Honda Motor bersama Honda CUV e: pada Oktober 2024 dan menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Honda di Indonesia.
Kehadiran ICON e: menarik karena Honda memilih pendekatan yang berbeda dari CUV e:. Jika CUV e: mengandalkan dua baterai Honda Mobile Power Pack e: yang dapat ditukar, ICON e: menggunakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ketika terpasang di motor maupun dilepas untuk pengisian.
Di pasar Indonesia, Honda ICON e: saat ini diposisikan sebagai motor listrik untuk konsumen yang menginginkan kendaraan relatif ringan dan sederhana untuk perjalanan harian. Astra Honda Motor mencantumkan harga mulai Rp28 juta, sedangkan harga di daerah dapat berbeda mengikuti wilayah dan kebijakan dealer. Di Jawa Timur, misalnya, harga OTR Surabaya 2026 yang tercantum pada jaringan MPM Honda berada di kisaran Rp28,391 juta.
Dari sisi teknis, ICON e: memakai motor listrik tipe in-wheel brushless dengan tenaga maksimal 1,81 kW dan rated power 1,5 kW. Torsi maksimumnya tercatat 85 Nm pada 110 rpm, sedangkan kecepatan tertinggi dibatasi pada 55 km/jam.
Motor tersebut mendapatkan suplai dari baterai lithium-ion 48 volt berkapasitas 30,6 Ah. Bobot baterainya mencapai 11,4 kilogram, sementara berat kosong motor secara keseluruhan 89 kilogram. Kombinasi tersebut membuat ICON e: relatif ringan untuk ukuran skuter listrik, sesuatu yang cukup penting ketika motor harus sering diajak bermanuver di gang, parkiran, atau lalu lintas perkotaan yang padat.
Baca Juga: PCNU Pamekasan Suarakan Kemandirian Pesantren, Dalam Rapat Pleno Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Honda mencantumkan jarak maksimal 53 kilometer berdasarkan WMTC. Angka ini lebih tepat diperlakukan sebagai acuan pengujian, bukan jaminan bahwa motor selalu mampu menempuh 53 kilometer dalam pemakaian nyata.
Dalam kondisi perkotaan Indonesia, jarak aktual dapat berubah akibat kemacetan, stop-and-go, tanjakan, tekanan ban, muatan, penggunaan lampu dan aksesori, hingga kebiasaan membuka gas. Karena itu, pengguna yang memiliki rute pulang-pergi 30 sampai 40 kilometer sebaiknya tetap menyediakan margin daya dan tidak menjadikan angka 53 kilometer sebagai batas aman perjalanan.
Waktu pengisian juga perlu diperhitungkan sejak awal. Honda mencatat pengisian dari 0 sampai 100 persen membutuhkan sekitar 7 jam 20 menit, sementara pengisian dari 25 sampai 75 persen membutuhkan sekitar 3 jam 30 menit. Artinya, karakter penggunaan ICON e: lebih cocok untuk pemilik yang memiliki kesempatan mengisi daya ketika motor sedang tidak digunakan, misalnya pada malam hari.
Keunggulan lain adalah fleksibilitas pengisian. Baterai dapat diisi dalam kondisi terpasang pada motor maupun dilepas sehingga pengguna tidak mutlak membutuhkan posisi parkir yang berdekatan dengan sumber listrik. Bagi penghuni rumah atau tempat tinggal yang memiliki keterbatasan akses listrik di area parkir, karakter ini bisa menjadi nilai tambah yang cukup praktis.
Namun, fleksibilitas tersebut bukan berarti pengisian baterai bisa dilakukan sembarangan. Pemilik tetap perlu memperhatikan lokasi pengisian, kondisi instalasi listrik, serta kebiasaan penyimpanan baterai. Baterai merupakan komponen paling mahal dalam kendaraan listrik sehingga perlakuan terhadap komponen ini ikut menentukan biaya kepemilikan dalam jangka panjang.
Untuk kebutuhan harian, kelengkapan ICON e: tergolong cukup fungsional. Motor ini memiliki pencahayaan LED, panel meter digital, USB charger, functional hook, serta bagasi U-Box berkapasitas 26 liter.
Bagasi tersebut menjadi salah satu aspek yang relevan bagi konsumen Indonesia karena penggunaan motor sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dari rumah ke kantor. Ruang penyimpanan dapat digunakan untuk membawa perlengkapan kecil, jas hujan, atau barang belanjaan, meski kapasitas aktual tetap perlu disesuaikan dengan bentuk barang yang dibawa.
Dimensi ICON e: memiliki panjang 1.796 mm, lebar 680 mm, tinggi 1.085 mm, dengan jarak sumbu roda 1.298 mm. Tinggi joknya 742 mm dan ground clearance 132 mm. Secara angka, konfigurasi tersebut menunjukkan karakter yang cukup bersahabat untuk penggunaan perkotaan, terutama bagi pengendara yang lebih membutuhkan kelincahan dibandingkan kemampuan jelajah jauh.
Kaki-kakinya menggunakan suspensi teleskopik di depan dan suspensi belakang ganda. Untuk pengereman, Honda memasang cakram hidrolik di depan dan tromol di belakang dengan sistem Combi Brake System atau CBS.
Konfigurasi ini memang tidak bisa disebut istimewa untuk kelas skuter modern, tetapi cukup masuk akal untuk orientasi mobilitas perkotaan. Pengguna tetap perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, terlebih karena motor listrik memiliki respons tenaga yang berbeda dari motor bermesin bensin.
Salah satu alasan konsumen mempertimbangkan motor listrik adalah biaya operasional. Honda sendiri memberikan ilustrasi biaya pengisian harian sekitar Rp997 untuk jarak 20 kilometer, dibandingkan sekitar Rp4.000 untuk biaya bahan bakar skuter bensin dalam simulasi perusahaan. Berdasarkan asumsi tersebut, Honda memperkirakan potensi penghematan biaya energi sekitar Rp1,096 juta per tahun.
Angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai penghematan mutlak setiap pemilik. Tarif listrik, jarak tempuh, efisiensi kendaraan, serta harga BBM yang digunakan sebagai pembanding akan memengaruhi hasil akhir. Selain itu, konsumen juga perlu memasukkan biaya pembelian kendaraan, instalasi atau penyesuaian fasilitas pengisian bila diperlukan, serta potensi biaya penggantian baterai dalam kalkulasi kepemilikan jangka panjang.
Di sisi perawatan, motor listrik memiliki keuntungan karena tidak membutuhkan sejumlah perawatan mesin konvensional seperti penggantian oli mesin. Namun bukan berarti bebas servis. Ban, rem, suspensi, bearing, komponen kelistrikan, serta sistem baterai tetap harus diperiksa secara berkala.
Honda juga menyediakan dukungan purnajual khusus kendaraan listrik. Astra Honda Motor menyebut jaringan dealernya menyediakan layanan diagnostik untuk membantu mendeteksi anomali dan mempercepat identifikasi masalah. Honda juga menyatakan menyediakan suku cadang serta garansi dua tahun untuk kendaraan dan baterai melalui jaringan dealer.
Faktor jaringan purnajual ini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi konsumen yang tinggal di luar kota besar. Motor listrik relatif lebih sederhana dari sisi mekanis, tetapi ketika masalah terjadi pada komponen elektronik atau baterai, kemampuan teknisi dan ketersediaan komponen menjadi jauh lebih penting dibandingkan sekadar banyaknya bengkel umum.
Dengan harga sekitar Rp28 juta, Honda ICON e: berada pada posisi yang menarik bagi konsumen yang memang sudah memiliki pola penggunaan yang cocok dengan motor listrik. Pengguna dengan perjalanan harian pendek dan akses listrik yang mudah akan lebih mudah merasakan manfaat efisiensi dibandingkan mereka yang setiap hari menempuh perjalanan puluhan kilometer tanpa kesempatan mengisi daya.
Baca Juga: 7 Mobil Keluarga Honda yang Layak Dipertimbangkan pada 2026, Jangan Cuma Lihat Harga
Sebaliknya, calon pembeli yang membutuhkan kecepatan tinggi, sering melakukan perjalanan antarkota, atau tidak mempunyai lokasi pengisian yang praktis sebaiknya tidak hanya terpaku pada harga dan klaim jarak tempuh. Motor bensin masih menawarkan fleksibilitas pengisian yang jauh lebih cepat dan infrastruktur bahan bakar yang lebih luas.
Pada akhirnya, Honda ICON e: lebih tepat dipandang sebagai kendaraan komuter listrik untuk pola penggunaan tertentu, bukan pengganti universal semua jenis motor. Keunggulannya terletak pada bobot yang relatif ringan, pengoperasian sederhana, biaya energi rendah, serta fleksibilitas pengisian baterai.
Sebelum membeli, calon konsumen sebaiknya menghitung jarak rumah-kantor pulang-pergi, memastikan tersedia tempat pengisian yang aman, dan melakukan test ride untuk merasakan posisi berkendara serta respons motor. Jangan lupa menanyakan detail garansi baterai, biaya servis, harga komponen pengganti, dan dukungan dealer di kota tempat kendaraan akan digunakan.
Jika kebutuhan utama adalah perjalanan harian dalam kota dengan jarak yang masih berada dalam batas kemampuan baterai dan pengisian dapat dilakukan secara rutin, ICON e: masuk akal untuk dipertimbangkan. Namun jika kebutuhan mobilitas lebih tidak terduga, perjalanan jauh menjadi rutinitas, atau pengguna menginginkan kecepatan seperti skuter bensin kelas menengah, pilihan kendaraan konvensional masih menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. (fadila)
Editor : Fadila An Naila